Sangihe Resmi Miliki 32 personil Potensi SAR Water Rescue

  • Whatsapp
Foto bersama peserta usai penutupan pelatihan Water Rescue di Pantai Kampung Kalurae Kecamatan Tabukan Utara.(foto: ist)

indoBRITA, Sangihe – Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki wilayah berkarakter rawan bencana, mendapat respon dari BASARNAS Manado dengan melaksanakan pelatihan terhadap 32 personil potensi Serch And Rescue (SAR) water rescue perwakilan dari perbagai instansi/organisasi di Kabupaten Sangihe.

Kasi sumberdaya SAR Provinsi Sulut Rudi mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi BASARNAS dalam rangka membina serta merangkul dan menyamakan persepsi menyangkut standar operasional dalam melaksanakan kegiatan pencarian dan pertolongan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Pelaku Pencurian Dibekuk Tim Resmob Polda Sulut

”Pelatihan Potensi SAR Water Rescue juga merupakan pendekatan pelayanan dalam meningkatkan tenaga yang profesional,” jelasnya saat acara penutupan pelatihan di Pantai Kampung Kalurae Kecamatan Tabukan Utara Rabu, (11/4/18).

Lanjutnya, kedepan tindak lanjut latihan ini tidak akan berhenti sampai disini. Sehingga perlu ada sinergitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bersama BASARNAS serta instansi terkait lainnya ketika melakukan tugas pelayanan di lapangan.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini dan adanya pengetahuan potensi SAR dari tim sehingga nanti mereka dapat memberikan pertolongan pertama mungkin ketika mendapati korban dari kecelakaan kapal dan lain sebagainya yang terjadi di laut,” tuturnya.

Baca juga:  Tim Resmob Polres Minahasa Tangkap 5 Orang Pelaku Pelempar Mobil di Beberapa Lokasi

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Sangihe Helmud Hontong mengatakan, penguatan kapasitas masyarakat sangat dibutuhkan dalam kegiatan SAR di Sangihe dan sangat stretegis mengingat karakter wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang rawan bencana membutuhkan tenaga tanggap bencana yang profesional.

”Karena wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe masuk dalam karakteristik rawan bencana, peran SAR sangat dibutuhkan di daerah, sehingga sangat penting ketika dilakukan pelatihan antisipasi bencana seperti saat ini,” kata Hontong.(nty)

Pos terkait