Sigap Hadapi Darurat Kesehatan, KKP Bitung Gelar Penyusunan Rencana Kontijensi

  • Whatsapp
Penyusunan rencana kontijensi kedaruratan kesehatan masyarakat yang dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bitung di Hotel Sutan Raja Amurang.(foto: ist)

indoBRITA, Bitung- Kantor Kesehatan Pelabuhan Bitung menggandeng sejumlah stakeholder seperti PT Cargill Indonesia, PSDKP Amurang, Dinas Kelautan dan Perikanan Minsel, Dinsos, Polres Minsel dan lainnya menggelar penyusunan rencana kontijensi penganggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di Hotel Sutan Raja Amurang, 10-12 April 2018.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung Pingkan Pijoh dalam sambutannya mengutarakan, dalam konteks Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM), masa depan yang lebih baik dicirikan dengan kesiapan menghadapi munculnya penyakit atau kejadian yang berpotensi menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia.

Bacaan Lainnya

“Salah satu instrumen perencanaan untuk memastikan masa depan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai resiko termasuk resiko penularan atau kejadian atau apa yang disebut dengan perencanaan kontijensi,” ungkap Pingkan.

Dikatakan pula, Indonesia merupakan anggota WHO yang telah menyepakati untuk melaksanakan ketentuan Internasional Health Regulations (IHR) 2005. Sebagai anggota WHO Indonesia dituntut harus memiliki kemampuan dalam medeteksi dini dan respon cepat terhadap munculnya penyakit atau kejadian yang berpotensi KKM yang meresahkan dunia.

Baca juga:  Pelapor Sebut Ada 40 Tanda Tangan yang Diduga Dipalsukan

“Penyakit tersebut bisa berupa new emerging diseases (seperti SARS, Avian influenza, swine flu, MERS CoV, west nile virus, dll) dan re-emerging diseases (seperti Ebola, pes, yellow fever, dll). Munculnya penyakit seperti Sars, Mers CoV dan Ebola menjadi perhatian yang sangat serius bagi dunia internasional dan perlu diwaspadai,” beber Pingkan.

Dipilihnya Pelabuhan Amurang sebagai tempat dilaksanakannya penyusunan rencana kontijensi, lanjut Pingkan, karena Pelabuhan Amurang termasuk pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk negara, memiliki resiko yang sangat besar terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Karena Pelabuhan Amurang telah melayani pelayaran domestik maupun pelayaran internasional. Apalagi kedepan Kota Amurang akan dikembangkan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus di Propinsi Sulut. Untuk itu sistim pengawasan kewaspadaan dini terhadap penyakit-penyakit potensi KLB atau wabah sangat diperlukan,” tambah perempuan cantik ini.

Baca juga:  Coba Kabur, Dua Residivis Penganiaya Anggota Kodim 1310/Bitung Akhirnya Menyerahkan Diri

Tak cuma itu, Ditambahkan Pingkan, dalam rangka memiliki kemampuan deteksi dini, dan respon cepat terhadap kasus penyakit yang terkategori dalam KKM atau yang dikenal dengan Publik Health Emergency of Internasional Concern, maka disusun rencana penguatan baik dalam kapasitas kerja di pintu masuk maupun wilayah, sarana prasarana, sumber daya manusia, serta koordinasi/kerjasama lintas sektor.
“Dokumen rencana kontijensi penanggulangan KKM merupakan salah satu kemampuan utama yang dipersyaratkan sebagaimana yang tercantum dalam IHR tahun 2005 lampiran 1 yang menyebutkan bahwa pintu masuk negara maupun wilayah harus membuat dan memuktahirkan rencana tanggap darurat kesehatan masyarakat, kemudian diuji/dilatihkan secara reguler baik melalui table top maupun simulasi,” ujarnya.

Pingkan juga berharap, pertemuan ini akan menghasilkan dokumen rencana kontijensi yang memuat kemampuan dan tanggungjawab seluruh stakeholder sesuai kewenangan dalam upaya penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat di pintu masuk negara.(yet)

Pos terkait