Revisi UU 22/2009 LLAJ Dianggap Tidak Perlu Dilakukan

  • Whatsapp
REVISI UU 22 Tahun 2009 tidak pantas dilakukan, mengingat UU tersebut sudah sangat jelas menjawab sejumlah permasalahan tentang transportasi.(foto: ist)

IndoBRITA, Minut-Terkait penolakan revisi Undang-Undang (UU) 22/2009 LLAJ seputar OJEL/Transportasi Daring, sejumlah kalangan memberi dukungan. Sebut saja salah satu pengguna jalan Cicilia Singal. Menurut Singal, revisi tidak perlu dilakukan, karena semua peraturan yang ada saat ini mengenai UU Lalulintas dan angkutan jalan sudah sangat jelas.

“Semua sudah tertera dalam UU 22/2009, jadi saya rasa tidak perlu lagi diusulkan untuk dilakukan perubahan,” tutur Singal yang juga berprofesi sebagai guru.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Didukung Penuh Keluarga, Bank BRI Likupang Kejar Target 2018

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Minut Melky Kerans menambahkan, UU 22/2009 tidak perlu dilakukan revisi. Pasalnya, kinerja kepolisian dalam menanggulangi lalulintas sangat baik. Jadi tidak alasan urgen untuk merivisi, merombak dan mengganti UU No 22/2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan mengingat negara kita tidak dalam keadaan darurat sosial.

“Urusan lalu lintas di jalan raya bukan hanya soal finansial. Namun harus dipikirkan terkait keamanan negara dan keselamatan masyarakat. Jadi sekali lagi, UU 22/2009 tidak perlu dirubah, karena nantinya merugikan pihak tertentu dan mensejahterakan pihak tertentu lainnya,” tandas Kerans.

Baca juga:  Lolos Verifikasi, PKPI Minut Susun Kekuatan

Ditambahkan Kerans, revisi yang akan dilakukan merupakan bentuk tekanan pihak atau kelompok kapitalis yang ingin meraup keuntungan. Mereka hanya memikirkan keuntungan tanpa rasa peduli terhadap keselamatan warga di jalan raya. “Jadi UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan angkutan jalan sudah menjawab sejumlah permasalahan tentang transportasi online dan sudah berjalan efektif dan sesuai keinginan masyarakat,” tutup Kerans.(rus)

Pos terkait