Menu

Mantan Kumtua Desa Werot Siap Ganti Aset yang Jadi Temuan Inspektorat

  Dibaca : 560 kali
Mantan Kumtua Desa Werot Siap Ganti Aset yang Jadi Temuan Inspektorat
DATA temuan Inspektorat Minut terkait aset barang milik desa yang tidak berada di tempat.(foto: boyz)

IndoBRITA, Minut—Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) program kerja pengawasan 2017 reguler tahap I di Desa Werot Kecamatan Likupang Selatan (Liksek) oleh Inspektorat Minahasa Utara (Minut) menemukan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti.

Salah satunya mengenai permasalahan aset yang terus menjadi pertanyaan masyarakat masa kepemimpinan Hukum tua (Kumtua) lama Buang Manua. Dimana Inspektorat menemukan aset tidak berada di tempat, seperti 3 buah printer, 1 buah laptop merk Axio, dan 1 buah sepeda motor Honda Revo.

Terkait hal itu, Kumtua Desa Werot Fanly Walandow ketika dikonfirmasi enggan memberikan komentar lebih, dan memilih memberikan pernyataan sesuai LHP temuan Inspektorat mengenai aset desa tersebut. Menurut Walandow, masalah aset desa ini terus menjadi permasalahan setiap tahun pada pemeriksaan reguler yang dilakukan Inspektorat.

“Saya sudah mempertanyakan hal ini ke Dinas Sosial, tapi kami diarahkan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait. Dari pihak kami sudah memberikan surat kepada yang bersangkutan terkait aset ini untuk mengadakan kembali temuan-temuan tersebut,” tutur Walandow.

Baca juga:  Bagian Umum DPRD Provinsi Sulut ke Minsel, Paerunan: Harusnya, DPRD Minsel Tipe B

Ditambahkan Walandow, temuan seperti printer, laptop, dan motor harus diklarifikasi biar masyarakat tahu kemana penggunaan aset-aset tersebut. Karena dari LHP Inspektorat aset desa yang dimaksud tidak berada di tempat.

“Kalau ada itikad baik, silahkan mantan Kumtua melakukan klarifikasi, karena dalam setiap rapat umum masyarakat mempertanyakan hal itu terus menerus kepada saya sebagai Kumtua kepemimpinan sekarang. Harapan saya, jika sudah ada klarifikasi dan pertanggung jawaban dari mantan Kumtua, temuan seperti ini tidak lagi terjadi di Desa Werot. Ini juga agar masyarakat bisa tahu secara umum pertanggung jawaban tersebut,” tandas Walandow, sembari menambahkan kedepan bisa bekerjasama untuk membangun desa sama-sama bukan untuk pribadi maupun sekelompok orang yang mementingkan keperluan sendiri.

Sementara itu keterangan dari Ketua BPD Agustine Mamahit, terkait aset di Desa Werot mengatakan sampai saat ini belum ada laporan pertanggung jawaban. “Sudah lama aset tersebut belum dilaporkan, dan itu menjadi buah bibir bagi masyarakat di Desa Werot,” terang Mamahit.

Baca juga:  Penagihan Sewa Tanah di Pasar Winenet Diduga Tanpa Dasar Jelas

Mantan Kumtua Desa Werot Buang Manua ketika dikonfirmasi hal itu, Minggu 15 April 2018, menyatakan dirinya sudah melakukan klarifikasi ke Pemkab Minut beberapa waktu lalu. Sejatinya jika menilai dengan harga aset-aset tersebut, pemerintah juga harus melihat apa yang dirinya buat untuk desa selama memimpin.

“Silahkan kumpul saja berapa aset tersebut jika ada sanksi dari Inspektorat dan Aset saya akan ganti semua. Untuk printer dan laptop saya sudah sampaikan dalam keadaan rusak, sedangkan motor saya akui kelalaian karena pajaknya tertunggak sehingga ditahan Polres Minahasa hingga barang tersebut hilang entah kemana dan saya sudah lapor ke bagian aset dan mereka mengatakan akan mencari keberadaan motor tersebut. Jadi kalau dibilang menghilangkan barang itu silahkan cek ke Polres Minahasa,” beber Manua sembari berharap jangan menilai apa yang dilakukan seseorang tapi lihatlah apa yang dilakukan seseorang untuk pengorbanan diri demi kemajuan.(rus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional