Menu

HUT ke-61, Ini Pesan Ketua Sinode kepada Jemaat GMIST Rehobot Mala

  Dibaca : 585 kali
HUT ke-61, Ini Pesan Ketua Sinode kepada Jemaat GMIST Rehobot Mala
Bupati Sangihe Jabes Gaghana hadir saat perayaan HUT ke-61 Jemaat GMIST Rehobot Mala (foto: doni l)

indoBRITA, Sangihe– Hari Ulang Tahun (HUT tidak sekedar bersuka-cita. Lebih dari itu adalah bagaimana menjaga berkat Tuhan, dengan tidak melupakan perjuangan orang-orang tua yang dulu berjuang mendirikan gereja.

Hal ini di sampaikan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Pdt Patras Madonsa  saat diminta tanggapan tentang perayaan HUT ke-61 jemaat  GMIST Rehobot Mala, kecamatan Tabukan Utara.  “Jemaat harus dapat memaknai usaha yang tidak kenal menyerah dari tua-tua jemaat saat mendirikan gereja Tuhan. Pembentukan kanisah sempat dua kali mengalami kendala, tapi mereka tidak pernah berhenti berjuang membentuk jemaat baru , ” ujar Madonsa kepada wartawan dan sejumlah anggota Jemaat Rehobot Mala, Selasa (17/4/2018).

Perayaan HUT Jemaat GMIST Mala sendiri sudah diperingati dalam ibadah syukur, Minggu (25/3/2018) lalu. Ketua Sinode GMIST juga hadir langsung pada perayaan tersebut. “Semua karena kemurahan Tuhan,” kata Madonsa.

Baca juga:  Wabup Sangihe Buka Musrenbang Tingkat Kabupaten

Ibadah perayaan HUT Jemaat ketika itu dipimpin Pdt. V Pesik-Durimala, STh. Dalam kotbah yang di mbil dari injil Yohanes 20 : 24 – 29, ia mengajak jemaat memahami kenapa Tuhan Yesus Kristus datang menampakkan diri kepada Thomas secara khusus.

“Yesus merasa perlu datang menjumpai muridnya ini secara khusus. Hasilnya tidak hanya percaya, tapi sikap peragu Thomas hilang. Thomas bahkan menjadi orang pertama yang membawa injil masuk wilayah India, “tuturnya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana mengatakan bahwa peran gereja (jemaat) jangan hanya terbatas tembok. Gereja harus bisa melihat keluar berperan aktif menghadirkan solusi terhadap permasalahan di masyarakat.

Baca juga:  Sasingen-Palandung Pamer Keharmonisan, Rutin Turun Wilayah Bersama

“Saya harap gereja berperan aktif membantu pemerintah menghadirkan solusi terhadap masalah di masyarakat. Saat ini ada program dua hari tanpa nasi yang sedang di giatkan pemerintah sejak bulan Oktober.

Program tersebut untuk menyadarkan masyarakat agar mencintai kembali makanan lokal yang sehat dan murah. “Dengan mengkonsumsi makanan lokal,  berarti kita sudah membantu meningkatkan penghasilan petani kita, “jelas Bupati yang pada kesempatan itu juga memberikan bantuan untuk pembangunan pastori senilai 50 juta rupiah.

Di lain pihak saat di umpai Selasa (17/4) Ketua jemaat GMIST Rehobot Mala, Pdt A T Kahiking, STh, mengatakan ulang tahun jemaat memberi makna mendalam bagi perkembangan iman jemaat Mala. (4rl).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional