BNN Kota Manado Berharap Pemkot Segera Bangun Pusat Rehabilitasi Narkoba

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado—Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang kompleks memberikan dampak fisik, psikis dan sosial. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan suatu metode yang komprehensif dengan melibatkan berbagai aspek, baik medis, sosial dan juga hukum.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Manado, AKBP Eliasar Sopacoly mengatakan dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan jelas disebutkan pada Pasal 54 bahwa pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika wajib direhabilitasi. Akan tetapi menurut Sopacoly, di Kota Manado belum memiliki pusat rehabilitasi korban narkoba.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  BNN Kota Manado Sosialisasi Bahaya dan Dampak Narkoba di Lingkungan Gereja

“Kami pun berharap pemerintah Kota Manado segera membangun panti rehabilitasi. BNN Kota Manado sudah mengusulkan ke pemerintah kota dan pemerintah sudah menyetujuinya,” kata Sopacoly.

Ia menambahkan banyak kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan anak/remaja dikarenakan “broken home”salah satunya hidup terpisah dari orang tua atau kurangnya komunikasi serta pengawasan orang tua sehingga anak bebas bergaul/berteman tidak selektif. “Parahnya ketika ia berteman dengan pecandu narkoba. Ketika melihat temannya menyalahgunakan narkoba, kemudian muncul rasa ingin tahu dan mulai mencobanya untuk menuntaskan rasa penasarannya. Namun berawal hanya coba-coba, lama-lama ketagihan. Sudah ketagihan maka akan ketergantungan. Dan untuk mendapatkan narkoba ia membeli dengan uang jajan dari orang tua,” jelasnya. (hng)

Baca juga:  BNN Kota Manado Sosialisasi Anti Narkoba Berbasis Media Online

 

Pos terkait