Jangan Dicampuradukan Politik, Pengurus PSSI Manado Harus Tahu Bola

  • Whatsapp
Persma Manado, salah satu klub sepakbola di Sulawesi Utara yang sempat melambung hingga ke kancah nasional. Masyarakat Bumi Nyiur Melambai sangat rindu dengan sepakbola seperti beberapa tahun lalu di Sulut.
IndoBRITA, Manado – Perlahan namun pasti Sepakbola Sulawesi Utara (Sulut) akan kembali ke kejayaannya seperti beberapa tahun lalu.
Persiapan awal, dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pemilihan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk pemilihan Ketua Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Manado periode 2018-2022.
Dengan harapan usai KLB, pengurus benar-benar fokus ke sepakbola dan tidak diaduhkan dengan politik.
Alen Mandey salah satu mantan pemain Persma Manado mengatakan, pemilihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 April nanti merupakan suatu langkah maju.
“Ini patut diapresiasi,” kata Mandey.
Meski demikian, pelatih Panther FC ini mengingatkan bahwa sepak bola selalu menganut faham Fair Play. Untuk itu dirinya mengingatkan agar seluruh pencinta bola dan warga kota sama-sama mendukungnya.
“Jika ingin sepak bola manado maju maka kita sama-sama dukung fair play, termasuk dalam pemilihan Ketua askot nanti. Bila pemilihan bersih maka saya yakin apa yang kita cita-citakan untuk kemajuan sepak bola akan tercapai,” katanya.
Ia mencontohkan salah satu tempat pelaksanaan kongres luar biasa jangan dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Manado mengingat salah satu kandidatnya notabane anggota legislatif saat juga mencalonkan diri sebagai anggota dewan periode 2019-2024.
“Netralitas pasti diragukan, justru yang begini merusak citra sepak bola Manado. Inikah yang menjadi kerinduan untuk kembalikan sepak bola manado dalam rel yang sebenarnya?Nanti kalo menang dikira jago kandang,” tegas Mandey. Sambil mengangkat tangannya dan mengatakan, Sepak bola yesss….politik nooo.
Terkait dengan pendanaan tempat pelaksanaan kongres kata Alen, itu bisa dibicarakan bersama dan jangan dijadikan alasan.
“Saya sering melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini, jadi taulah kalau cuma masalah tempat pelaksanaan bisa di cari tempat lain. Ada pemerhati sepak bola yang mau membantu tempat yang lebih representatif dan utamanya netral. Bisa juga iuran 29 voter hanya Rp. 100.000,-/voter, itu sudah harga sewa ruang rapat,” pungkas Mandey.
Hal senada disampaikan penggiat sepakbola Hery Rumondor.
Saatnya sepakbola dipegang orang bola. Tanpa bermaksud menghalangi keinginan dan itikad pihak lain untuk berkontribusi, namun sebaiknya tahu diri,” tuturnya.
Lanjut dia, namanya juga sepakbola jadi pengurus yang memimpin PSSI Manado sebaiknya mengerti dengan olahraga yang disukai oleh semua kalangan ini.
“Biarkanlah sepakbola diurus orang yang paham dan memiliki pengalaman dalam mengembangkan permainan paling populer sejagad raya ini,” pungkas Rumondor.
Seperti diketahui ada empat nama kandidat calon ketua PSSI kota Manado yang mendaftar, seperti Norce Van Bone, Irwan Pakaya, Jefry Talumepa, Jufry Rumondor.
Dari keempat kandidat, tiga calon adalah mantan pemain Persma dan pernah memperkuat klub di Kota Manado dan saat ini ada yang berprofesi sebagai pelatih. Sedangkan satunya adalah seorang berlatar belakang pengusaha dan saat ini duduk sebagai anggota legislatif Kota Manado.(sco)
Baca juga:  Duel Dua Tim Lazio Banjir Gol

Pos terkait