Sosialisasi Empat Pilar, Stefanus Liow Dihujani Pertanyaan di Bitung

  • Whatsapp
Sosialiasi 4 pilar MPR RI yang dilakukan anggota DPD RI Stevanus Liow di cafe Nicofee Bitung.(foto: yefta)

indoBRITA, Bitung- Anggota DPD RI Stefanus B Liow melakukan sosialisasi empat pilar, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di cafe Nicofee Madidir Bitung, Rabu (25/4/18).

Dalam sosialiasi yang dihadiri sejumlah wartawan, aktivis dan tokoh pemuda ini, Liow membeberkan kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI menjadi penting karena masih banyaj penyelenggara negara dan masyarakat yang belum memahami dan melaksanakan nilai-nilai empat pilar MPR RI.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Mantiri Hadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440

“Empat pilar MPR RI dipandang sebagai suatu yang harus dipahami oleh para penyelenggara negara bersama seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam berpolitik, menjalankan pemerintahan, menegakkan hukum, mengatur perekonomian negara, interaksi sosial kemasyarakatan dan berbagai dimensi kehidupan bernegara dan berbangsa,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, mantan ketua Pria Kaum/Bapa GMIM ini dicecar sejumlah pertanyaan dari tokoh pemuda seperti Marcel Tatuil yang mempertanyakan sejauh mana peran DPD RI untuk memperjuangkan kondisi perekonomian terutama sektor perikanan di Kota Bitung ini.

Lelaki yang menyatakan siap maju kembali dalam pemilihan anggota DPD RI ini menjelaskan, di DPD RI ada beberapa komisi dan dirinya secara pribadi telah menyampaikan persoalan perikanan di kota Bitung melalui komisi yang membidangi persoalan tersebut.

Baca juga:  Zona Integritas, PN Manado Telah Canangkan Sejak 2017

“Saya sudah beberapa kali meminta Komisi terkait bahkan terlibat rapat bersama mereka untuk menuntaskan persoalan itu. Jadi nanti dicek lagi sejauh mana perkembangannya,” beber Liow.

Selain pertanyaan, sejumlah aspirasi juga disampaikan seperti ongkos ke Kepulauan Talaud menggunakan pesawat yang harganya sangat mahal dan diminta untuk ditinjau lagi serta persoalan pendidikan yang kadang berujung ke ranah hukum.

Meski masih banyak pertanyaan yang akan dilayangkan namun karena keterbatasan waktu, acara yang dipandu oleh Ferdy Pangalila dan dihadiri oleh Ketua Dewan pembina GTI Sulut Berty Lumempouw, maka dengan terpaksa acara ditutup.(yet)

Pos terkait