Demo di Kantor Gubernur, Buruh Minta Copot Kadisnakertrans Sulut

  • Whatsapp
IndoBRITA, Manado – Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Senin (30/04/2018) siang, ‘dikepung’ seratusan buruh yang mengatasnamakan dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulut.
Ada 17 poin pernyataan sikap yang disebutkan KSBSI Sulut pada aksi damai tersebut. Salah satunya, mereka meminta Gubernur Olly Dondokambey untuk mencopot Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Erny Tumundo. Sebab, kadis dinilai tidak cakap dan tidak melaksanakan instruksi gubernur di bidang ketenagakerjaan.
Selain itu, para pengunjuk rasa meminta untuk menindaklanjuti terkait sejumlah perusahaan yang belum memberikan hak karyawan. Masih banyak perusahaan di Sulut hanya menggaji karyawan dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP).
Pendemo juga mengeluhkan perusahaan yang ada di Bolaang Mongondow, yakni PT Conch. Perusahaan yang investornya dari Cina itu tidak mengcover para karyawannya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan dan kesehatan.
PT Conch itu kalau tidak salah tenaga kerja yang direkrut 400-500 semua Warga Negara Indonesia. 80 persen ternyata warga negara lokal tak dapat hak yang diatur oleh Undang-undang Nomor 13. Contohnya, pekerja buruh sampai detik ini tak nikmati program BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan. Itu fakta. Apa kita cukup diam melihat penderitaan kaum buruh?” teriak koordinator lapangan.
Ini dia 17 poin pendemo:
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo ikut menjawab sejumlah tuntutan yang dimintakan pendemo.
Terkait pernyataan sikap ada beberapa poin yang sudah disampaikan, tentu poin satu dan dua menjadi komitmen pemerintah sekarang ini PP ini sedang dalam proses revisi. Mudah-mudahan prosesnya tak terlalu lama,” kata Tumundo.
Sementara untuk poin enam terkait copot kepala disnakertrans Sulut, dirinya tidak banyak berkomentar. “Tentu ini kewenangam pimpinan,” katanya. Sedangkan tuntutan pendemo lainnya, janjinya akan ditindaklanjuti.
Demo KSBSI Sulut itu dilakukan dalam rangka Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Tapi, karena hari itu sudah menjadi hari libur nasional maka aksi damai digelar 30 April. Usai demo di kantor gubernur, pengunjuk rasa melakukan aksi yang sama di kantor BPJS Ketenagakerjaan Sulut.(sco)
Baca juga:  Konas di Kendari, Olly Ajak FK-PKB Dukung Program Pembangunan SDM

Pos terkait