Kunjungi Pasar Airmadidi, Gubernur Sulut Tampung Aspirasi Pedagang dan Warga

  • Whatsapp
GUBERNUR Sulut Olly Dondokambey saat menyambangi Pasar Airmadidi sekaligus menampung aspirasi pedagang dan pembeli.(foto: ist)

IndoBRITA, Minut—Bertepatan pelaksanaan Hari Buruh, dengan bermodalkan kaos oblong dan celana pendek, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang didampingi Wakil Bupati Minut Ir Joppi Lengkong dan Ketua DPC PDIP Minut Denny Lolong, menyusuri gang-gang sempit Pasar Airmadidi, Selasa 1 Mei 2018.

Sejumlah warga baik itu pedagang maupun pembeli terkejut saat melihat orang nomor satu ini muncul. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyapa warga sekaligus menampung aspirasi para pedagang, pekerja serta masyarakat terkait keberadaan Pasar Airmadidi. “Semua saya dengarkan, apa yang menjadi keluhan nanti kita tindaklanjuti demi kemajuan Kabupaten Minut,” tutur Dondokambey.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Walikota Bitung Terima DIPA dan DAT 2019

Kedatangan orang nomor satu di Sulut di Pasar Airmadidi mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Seperti yang dikatakan Stenly Lengkong jika Pasar Airmadidi merupakan milik adat yaitu pasar yang sejarahnya adalah pemberian sukarela dari para pemilik tanah orang-orang tua Airmadidi untuk dijadikan pasar untuk menjual sembako.

“Ini yang harus diperhatikan Pak Gubernur, sekarang sudah tergusur oleh para pedagang sekunder yang notabene adalah para pedagang dari luar dan bukan ber-KTP Minut apalagi Airmadidi dan mungkin juga tidak ber-KTP. Ditambah lagi pasar yang lapak dagangannya dikuasai oleh oknum-oknum tertentu bermental preman yang bertindak dan berlaku seolah-olah pasar tradisional ini milik pribadi dengan cara memperjual belikan lapak yang berakibat sengsaranya pedagang kecil,” tegas Lengkong

Baca juga:  Manajemen Toko Bintang ‘Kangkangi’ Kebijakan Gubernur Sulut

Aktivis Pemuda Minut William Luntungan juga mengatakan, mudah-mudahan kedatangan Gubernur Sulut dapat menampung keluhan pedagang. Selain itu, kalau ada anggaran sebaiknya bisa disisipkan untuk pengembangan Pasar Airmadidi biar lebih bagus. “Jangan Cuma habis dipencitraan, tapi tidak ada realisasinya. Jangan hanya datang untuk cari muka ke warga Airmadidi dan Minut khususnya,” terang Luntungan.

Hal senada disampaikan Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Minut Howard Hendriek Marius, dimana harus ada tindakan nyata untuk perkembangan Pasar Airmadidi. “Baiknya setiap kritik membangun bisa secepatnya ditindaklanjuti dengan mendorong dan meminta kepada legislatif dan eksekutif untuk segera menyelesaikan segala keluhan dan curhatan masyarakat. GMBI Minut siap mendukung,” tutup Howard.(rus)

Pos terkait