1.267 Siswa SMA/SMK di Bitung Ikuti Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dari Gubernur

  • Whatsapp
Suasana video conference Gubernur Sulut mengajar di SMAN 1 Bitung yang juga diikuti oleh Wawali Bitung Maurits Mantiri.(foto: Yefta)

indoBRITA, Bitung- Sebanyak 1.267 siswa SMA dan SMK se-Kota Bitung menerima materi pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang dibawakan langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Video Conference di aula SMAN 1 Bitung, Rabu (2/5/18).

Dalam video conference yang juga dihadiri oleh Wawali Bitung Maurits Mantiri, Ketua pengawas SMA/SMK Sulut Hermanus Bawuoh, Camat Girian Richie Tinangon dan seluruh Kasek SMA dan SMK ini, Gubernur dengan panjang lebar menjelaskan sejarah Pancasila serta sebab-sebab timbulnya ide yang dilontarkan oleh Bung Karno pendiri bangsa.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Dondokambey juga mengingatkan pada seluruh siswa terkait pemahaman sejarah bangsa Indonesia dan kaitan-kaitannya dengan hubungan antar negara.

Baca juga:  Lomban Cek Lokasi TMMD di Duasudara

Dalam materi NKRI, Dondokambey menegaskan bahwa saat ini NKRI merupakan harga mati sebab, indonesia sudah beberapa kali dicoba untuk dipecahkan melalui bentuk-bentuk negara lain namun bisa keluar dari persoalan tersebut dan menyadari hanya NKRI saja yang merupakan sesuatu yang ideal bagi bangsa Indonesia.

“Dasar dan ideologi negara adalah Pancasila karena jika tidak dengan itu maka kita tidak bisa mencapai tujuan bangsa Indonesia karena ini merupakan bingkai. Coba saja tanpa bingkai maka foto itu akan tercerai berai,” sambungnya.

Selain itu, mamtan anggota DPR RI ini juga berharap para siswa tetap belajar dan menghafal arti dan nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

“Sering kita amnesia dan tidak mengenal dengan jelas asal usul pancasila itu sendiri. Bung Karno dengan jelas mengatakan bahwa bukan dia yang mencetuskan Pancasila namun dirinya menggali Pancasila tersebut dari seluruh unsur di wilayah Republik Indonesia, sering kita lupa hal ini. Bahkan orang yang menggali Pancasila ini ada orang Minahasa yang terlibat yaitu AA Maramis yang menjadi anggota BPUPKI, jadi orang Sulut ke Jakarta untuk menjadi pejuang kemerdekaan itu bukan hanya berjuang saja namun ikut merumuskan dasar negara dari awal,” bebernya.

Baca juga:  Lomban Paparkan Pengembangan Wisata Selam Bitung di Dema Show Las Vegas

Wawali Maurits Mantiri menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka Hardiknas 2018 dan Pemprov Sulut melalui Dinas Pendidikan menggelar Pembelajaran zaman Now dengan tema “Gubernur Mengajar”.

“Pak Gubernur mengajar melalui video Conference kepada 10.00 siswa di Sulut termasuk 1.267 siswa di Bitung dari Wale Ne Tou Tondano dengan materi pendidikan kewarganegaraan empat pilar kkebangsaan,” jelas Mantiri.(yet)

Pos terkait