Menu

Kasus Penodaan Pancasila Habib Rizieg Dihentikan, Polisi: Jika Ada Bukti Baru, Bisa Dibuka Lagi

  Dibaca : 270 kali
Kasus Penodaan Pancasila Habib Rizieg Dihentikan, Polisi: Jika Ada Bukti Baru, Bisa Dibuka Lagi
Habib Rizieq Syihab (foto: detik)

indoBRITA, Jakarta – Kasus dugaan penodaan Pancasila oleh Habib Rizieq Syihab dihentikan.  Polda Jabar tidak menemukan ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

Hal ini disampaikan oleh pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, di gedung KKP, Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2018). Sugito menyambangi Bareskrim untuk mengambil barang bukti berkas perkara Rizieq. Sugito menemui langsung Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Rudolf Herry Nahak terkait barang bukti.

“Itu kan tersangkanya Habib Rizieq, jadi karena tidak memenuhi unsur dan tidak ditemukan niat untuk berbuat jahat dari beberapa keterangan saksi dan beberapa ahli itu tidak ditemukan itu sehingga Bareskrim melalui Polda Jabar itu mengeluarkan SP3,” ucap Sugito kepada wartawan seperti dilansir detik.com.

Sugito mengatakan SP3 itu juga telah diterima pihaknya. SP3 dikeluarkan setelah pihaknya melakukan pengajuan untuk menghentikan perkara semasa kasus Rizieq dilimpahkan ke Kejati Jabar.

Baca juga:  Maknai Hari Kesaktian Pancasila, Jimmy Gosal Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

“Sudah SP3, sudah keluar SP. Tapi dari proses ini kan kami mengajukan (SP3) beberapa waktu yang lalu dan ini sekarang sudah keluar, makanya kami mengambil barang bukti yang terkait dengan kepemilikan tersangka,” ucap dia.

Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi membenarkan adanya pertemuan Sugito dengan Herry Nahak. Daddy juga membenarkan kasus itu telah dihentikan. Namun Daddy tidak secara detail mengetahui alasan dan kapan SP3 itu dikeluarkan.

“Iya benar (dihentikan), saya juga nggak tahu kapan dihentikan karena saya masih baru menjabat,” ucap Daddy.

Namun begitu, Polisi mengatakan kasus dugaan penodaan Pancasila yang diduga dilakukan Habib Rizieq Syihab ini masih berpeluang dilanjutkan. Kondisi itu terjadi apabila ditemukan alat bukti baru karena saat ini tidak ditemukan bukti yang mengarah ke tindak pidana.

“SP3 harus lewat praperadilan adalah SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) yang alasannya bukan tindak pidana. Tapi kalau alasannya kurang alat bukti sebenarnya sih cukup digelar. Bisa dibuka lagi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Gedung KKP, Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Baca juga:  Pancasila Dihina, Indonesia Hentikan Kerja Sama Militer dengan Australia

Menurutnya, polisi butuh video lengkap ceramah Rizieq yang dilaporkan oleh Sukmawati. Saat ini, polisi hanya punya penggalan video berdurasi sekitar 2 menit yang diserahkan oleh Sukma.

“Jadi gini, bahwa kejadian ini kan tahun 2011 kemudian yang dibawa oleh pelapor pun adalah hasil download dari Youtube dan itu tidak lebih dari dua menit setengah. Kendalanya adalah kita butuh full. Itu yang dibutuhkan,” ujarnya.

“Artinya, pelapor juga harus memenuhi alat bukti lainnya untuk membantu penyidik. (Sukmawati) sama sekali belum juga (menyerahkan video lengkap). Itulah kerja sama dengan pelapor dan penyidik. Jadi pelapor juga menambahkan alat bukti yang kira-kira bisa ditambahkan ke penyidik tapi penyidik juga mencari,” imbuh Umar. (dtc/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional