Juri Diduga Main Mata, Seleksi Pilar Sosial Berprestasi Sulut Tercoreng

  • Whatsapp
PELAKSANAAN seleksi Pilar Sosial Berprestasi Tingkat Provinsi diduga ada main mata, karena juri paksakan peserta yang tidak siap materi.(foto: ist)

IndoBRITA, Minut—Pelaksanaan Seleksi Pilar Sosial Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar, Kamis hingga Jumat 3-4 Mei 2018, tercoreng, dimana tim juri tidak fair dan dianggap tidak konsisten dengan pemberlakuan aturan yang ada, khususnya lagi pada proses seleksi Pekerja Sosial Kemasyarakatan (PSM) Berprestasi.

Menurut pengakuan peserta sebagaimana disampaikan aktivis pekerja sosial Sulut asal Minahasa Utara Jemmy Karongkong SSos, berdasarkan surat undangan atau pemberitahuan, peserta yang menjadi utusan daerah (Kabupaten/ Kita) sudah harus siap dengan materi yang nantinya dipresentasikan dalam powerpoint.

Bacaan Lainnya

“Yang kami sesalkan, ada peserta yang materinya tak dapat disajikan utuh, hanya seperti pemaparan teori saja alias tanpa didukung fakta riil dalam wujud foto-foto kegiatan, tapi justru peserta itu yang dijadikan juara atau ranking 1,” beber Karongkong, Minggu, 6 Mei 2018.

Baca juga:  Peresmian Sempat Tertunda, Jalan Tol Manado-Bitung Baru Siap 20 Kilometer

Menurut Karongkong, peserta yang bersangkutan membuat materinya terburu-buru karena tahu akan ada seleksi. “Kepada tim juri, peserta tersebut menjawab soal ketidaksiapan materinya, sebagaimana disaksikan peserta lainnya,” tandas Karongkong.

Karongkong menegaskan, jelas ini hal yang tidak bisa ditolerir oleh juri. Juri harus konsisten dalam hal ini, harus mengikuti aturan main yang ada. Lanjutnya lagi, data kerja PSM bukan hanya tulisan. Harus ada fakta dalam bentuk foto-foto kegiatan. Apapun alasannya, juri tak boleh mengaminkan atau menyetujui materi peserta itu.

“Apalagi sampai memberi ranking 1!. Ini jelas tak fair!. Kami mencurigai hasil keputusan juri ini. Ada apa-apanya dengan hasil ini. Kami sangat curiga ini ada intervensi yang negatif sehingga merugikan peserta lain,” sorot Karongkong, tajam.

Menurutnya lagi, sebagai Sekretaris PSM Sulut dan juga sebagai PSM berprestasi tahun 2017 menilai, pelaksanaan tahun ini khususnya untuk PSM ada ketidak jujuran dalam penilaian. “Presentasi itu harus ada foto kegiatan kalo tidak ada itu namanya kamuflase. Seleksi tahun ini benar-benar tidak fair. Dan bagaimana jadinya kalo jadi utusan Sulut?. Ini sangat memalukan!,” sembur, senior Karang Taruna Sulut ini sembari meminta, Kadis Sosial Sulut dr Rinny Tamuntuan, untuk mengevaluasi kinerja panitia dan juri.

Baca juga:  NSCF 2019 Datangkan Agnez Mo

Informasi didapat, kegiatan ini juga terkesan tak profesional. Waktu penyelenggaraan kerap molor sejak pembukaan dan bahkan pada saat pelaksanaan seleksi. “Antara panitia penyelenggara dengan sesama panitia lainnya kerap tak koordinatif bahkan disaat acara, ada panitia yang mengoreksi panitia lainnya.

“Dorang deng dorang tre so baku serang. Ini kan tidak etis apalagi dipertontonkan dihadapan peserta seleksi,” aku salah satu peserta yang namanya enggan disebutkan.(rus)

Pos terkait