Simarmata Berlakukan Aturan Baru di PN Manado

  • Whatsapp
foto PN Manado

IndoBRITA, Manado— Pengadilan Negeri (PN) Manado kembali menggelar Rapat Dinas evaluasi kinerja di bulan April. Dalam rapat yang digelar di ruangan sidang PN Manado, Selasa (8/5/2018), terungkap bahwa ada oknum pegawai PN yang berterus terang sering mendapat traktiran makan siang dan ngopi dari pihak yang berperkara, bahkan kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Hal ini mengusik Ketua PN Manado, Edward TH Simarmata, dan ia pun kembali mengeluarkan aturan baru di lingkungan PN Manado. Sebab berdasarkan survey pelayanan kepada 500 responden terungkap bahwa perbuatan tersebut, justru dikategorikan sebagai bagian dari pungli ke pengadilan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Eman Warning Pejabat Perangkat Daerah, Rolling Jabatan Menanti

“Mereka yang ngajak makan, ataupun ngopi di kantin, ataupun pas kita lagi ngopi, mereka mendahului  membayar, ternyata tanggapannya di survey menyebut itu biaya pungli,” ujar salah satu panitera.

Nah, untuk mencegah perbuatan tersebut terulang, Hakim dan pegawai diwajibkan membawa makanan atau bisa juga berlangganan rantangan dari penjual makanan yang sudah ditentukan oleh PN Manado.

Ketika dikonfirmasi melalui Juru Bicara (Jubir) Hakim, Vincentius Banar mengungkapkan, Ketua PN mendukung adanya program langganan rantang makanan ini. Kata Banar bahwa ada istri dari salah satu Juru Sita, Jemmy Togelang, membawa tumpukan rantang makanan dijual ke pegawai dan hakim.

Baca juga:  Kajati Sulut : Kasus Narkoba dalam Proses Banding

“Dalam pemberian reward kepada hakim dan pegawai berprestasi, Selasa (8/5), hadiah yang diberikan adalah puluhan buah termos kecil wadah air panas. Maksudnya, kalau mau ngopi/minum teh di kantor, bisa bawa sendiri dari rumah,” terang Banar.

Dia menambahkan, Ketua PN Simarmata juga telah mengeluarkan istilah baru yakni, ‘No Free Lynch In This World’.

“Selain jadi irit biaya, juga mendukung program Mahkamah Agung,” pungkasnya. (hng)

Pos terkait