Dua Tahun Nakhodai Sulut, OD Cetak Dua Penghargaan MURI

IndoBRITA, Manado – Gubernur Olly Dondokambey (OD) telah menakhodai Provinsi Sulawesi Utara selama dua tahun. Berbagai prestasi telah diukir oleh pimpinan yang rendah hati ini. Bahkan, dua penghargaan MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) pun telah diraih.
Pertama, penghargaan sebagai gubernur pertama di Indonesia mengajar terhadap 10 ribu siswa-siswi SMA/SMK se Sulut. Kedua, penghargaan perlindungan 35 ribu pekerja lintas agama di Provinsi Sulut. Rekor yang kedua ini lebih hebat karena prestasi itu bukan hanya pertama di Tanah Air namun menjadi satu-satunya di dunia.
Gubernur Olly Dondokambey usai menerima penghargaan MURI perlindungan 35 ribu pekerja lintas agama Provinsi Sulut, Jumat (11/05/2018) di Manado mengatakan dipilihnya pekerja lintas agama karena selama ini pihak tersebut belum mendapatkan jaminan ketenagakerjaan.
“Kita kan hanya melihat bahwa ada jaminan kerja kepada pekerja-pekerja di industri dan perusahaan-perusahaan swasta. Padahal, pekerja lintas agama paling penting. Kita tahu bersama mereka ini membangun iman, memberikan suatu harapan bagi seluruh pekerja yang ada. Kalau kita abaikan bagaimana mau jadi,” tutur gubernur.
Hal itu dilakukan sebab pekerja lintas agama tugasnya mirip dengan pemerintah, yakni mensejahterakan masyarakat. Jaminan itu pun diberikan selama OD menjabat gubernur.
“Saya kan masih gubernur tiga tahun, jadi saya kasih selama itu,” tutur orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini.
Sebelumnya, Gubernur OD mendapat penghargaan MURI karena mengajar terhadap 10 ribu siswa-siswi SMA/SMK se Sulut di Tondano, Rabu (02/05/2018).
Kala itu, OD mengajar tentang 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selama mengajar, Olly menerangkan bahan pelajaran dengan bahasa lugas dan penyampaian yang mudah dimengerti serta banyak berinteraktif dengan siswa. Gaya mengajar kekinian alias zaman now ini yang membuat para siswa baik yang menyimak langsung di dalam ruangan dan via video conference online di 10 kabupaten dan kota makin bersemangat.
Di hadapan ribuan siswa tersebut, Gubernur Olly menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi NKRI. Pancasila sebagai Living Ideology yang masih sesuai dengan konteks kekinian Bangsa Indonesia. Bahkan setiap tanggal 1 Juni rakyat Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila.
“Pancasila senantiasa harus diyakini kebenarannya, dipelajari, dimengerti dan dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan guna tetap kokoh sebagai living ideology,” ujarnya.
Menurut Olly, alasan utama Pancasila harus diyakini kebenarannya karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, Pancasila sebagai living ideology Bangsa Indonesia mengalami keterpurukan yang ditandai dengan munculnya perilaku masyarakat yang seolah-olah mulai melupakan sejarah lahirnya Pancasila. Oleh karenanya, fungsi Pancasila sebagai pengatur perilaku negara menjadi sangat penting.

“Fungsi Pancasila juga sebagai pengatur perilaku negara, artinya Pancasila merupakan Sumber Hukum Dasar Nasional yang secara konstitusional mengatur NKRI beserta seluruh unsurnya, yaitu rakyat, wilayah serta pemerintahan negara,” tandasnya.

Baca juga:  Pemkot Manado Tidak Bisa Tuntaskan Masalah Sampah, Gubernur Olly: Tak Usah Segan

Lanjut Gubernur Olly, karena pentingnya peranan Pancasila, Presiden Joko Widodo membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang diketuai Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri.

Bacaan Lainnya

Lembaga ini memegang peranan penting untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan yakni pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya,” paparnya.(sco)

Baca juga:  Gubernur Olly Terapkan Social Distancing

Pos terkait