Kejati Sulut Tahan Mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB

IndoBRITA, Manado—Setelah dua bulan menyandang status sebagai tersangka, akhirnya Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (14/5/2018).

Sebelum ditahan, Junjungan terlebih dulu menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di ruang penyidikkan Kejati Sulut.

Bacaan Lainnya

Junjungan dibawah ke Rutan Kelas II A Manado menggunakan mobil Kejati Sulut dengan nomor polisi DB 303.

Baca juga:  Pesan Kardinal Ignatius Suharyo saat Menyambangi Polda Sulut, Rawat dan Kembangkan Rasa Cinta Tanah Air

Ketika turun dari lantai tiga menuju mobil, Junjungan sama sekali tak mengucapkan sepatah katapun. Ia memilih bungkan ketika awak media menanyakan tentang keterlibatan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP).

Menurut Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasiepenkum) Kejati Sulut Yoni E. Mallaka ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa JT ditahan karena dari hasil pemeriksaan terbukti terlibat dalam dugaan korupsi proyek pemecah ombak Likupang Minahasa Utara.

“Junjungan diduga menyalahi aturan ketika mencairkan dana proyek pemecah ombak Likupang sehingga merugikan negara sebesar Rp8,8 miliar,” ujarnya.

Baca juga:  Kajati Sulut Cek Administrasi di Kejari Minahasa

Ketika ditanyakan alasan kenapa baru menahan Junjungan sekarang, Yoni mengaku bahwa pemeriksaan saksi sangatlah panjang.

“Sampai hari ini kami sudah periksa sekitar 40 saksi dan ada beberapa penyitaan alat bukti dan kesempatan itulah kami akhirnya menahan JT setelah diperiksa sebanyak tiga kali,” tegasnya.

Yoni juga mengatakan bahwa Junjungan akan ditahan di Rutan Kelas II A Manado selama 20 hari.

“JT akan ditahan selama 20 hari dan dan secepatnya kami akan melengkapi berkas untuk diserahkan ke pengadilan,” tandasnya.(hng)

Pos terkait