Polda Sulut Gelar Rakor Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H

IndoBRITA, Manado—Polda Sulawesi Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Samrat Tahun 2018, pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Kegiatan dilaksanakan di aula Tribrata Mapolda Sulut, belum lama ini, dipimpin Wakapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Johni Asadoma dan dihadiri juga Forkopimda Sulut, diantaranya Gubernur Sulut yang diwakili Kasatpol PP Sulut, Kepala BNNP Sulut, Kabinda dan mewakili Pangdam XIII/Merdeka. Rakor tersebut turut dihadiri para PJU Polda, Kapolres/ta jajaran dan seluruh stake holder terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Bambang Waskito melalui Wakapolda mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H ini, merupakan agenda rutin tahunan untuk memantapkan koordinasi dan kerja sama antar instansi terkait, serta melakukan evaluasi atas berbagai kendala/kekurangan selama operasi tahun lalu.

“Sehingga pelaksanaan pengamanan tahun ini akan semakin baik, dalam memberikan pengamanan, pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Wakapolda.

Seperti diketahui bersama, memasuki momentum Hari Raya Idul Fitri, dari tahun ke tahun dirayakan bukan hanya melalui kegiatan ritual keagamaan oleh umat Islam, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk merajut silaturahmi, dengan melakukan tradisi mudik ke kampung halaman. Hal ini tentunya berimplikasi terhadap peningkatan mobilitas berbagai moda transportasi, serta meningkatnya konsentrasi masyarakat di tempat-tempat tertentu.

Baca juga:  Bobol Rumah di Bitung Pakai Ilmu Hitam, Maling Ini Tumbang Ditembak Polisi

“Peringatan Hari Raya Idul Fitri merupakan agenda rutin tahunan yang identik dengan tradisi masyarakat yaitu mudik ke kampung halaman secara serentak baik dari Sulut ke daerah lain maupun yang datang dari daerah lain ke Sulut. Ekses dari tradisi tersebut akan berdampak terhadap berbagai permasalahan terkait stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk di dalamnya menyangkut masalah keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas),” jelas Wakapolda.

Guna mengantisipasi berbagai kerawanan tersebut, Polda Sulut sesuai dengan tugas, fungsi dan peranannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, telah menyiapkan konsep pengamanan operasi terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Samrat 2018.

“Dalam pelaksanaan operasi ini, sasaran yang hendak dicapai adalah terwujudnya kamtibmas yang kondusif, serta terlaksananya keamanan, keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) yang mantap, sehingga akan berkurangnya angka pelanggaran, kemacetan, kecelakaan sampai korban meninggal dunia,” katanya.

Demi kelancaran dan kesuksesan Operasi Ketupat Samrat 2018 ini, tentunya Polda Sulut menurut Wakapolda, tidak dapat bertugas sendiri, tanpa adanya dukungan, kerjasama dan kemitraan dari instansi terkait dan potensi masyarakat.

Baca juga:  Curah Hujan Tinggi, James Sumendap Minta Warga Waspada

Ia berharap dengan adanya rakor ini, berbagai kekurangan maupun kendala yang ada, dapat didiskusikan bersama, sehingga dapat menyempurnakan dan menyukseskan Operasi Ketupat Samrat 2018 yang akan dilaksanakan.

Melalui Rakor ini dapat diinventarisir permasalahan yang dihadapi secara akurat, sehingga dapat dicarikan solusi alternatif melalui kajian yang terkoordinir dan terintegrasi secara baik dan terpadu.

Juga diharapkan ada penyelesaian dan perbaikan sarana dan prasarana pendukung jalan, agar dilaksanakan dengan efektif, efisien dan tepat waktu, yang diharapkan H-7 sudah selesai, sehingga tidak menghambat Operasi Ketupat Samrat yang akan dilaksanakan.

Wakapolda juga mengharapkan adanya keterpaduan penggelaran personel, peralatan maupun cara bertindak antara Polri dengan dinas/instansi dan potensi masyarakat, sehingga dapat sinergis sesuai dengan yang direncanakan.

“Saya yakin dan percaya, bahwa apabila semua permasalahan dapat ditangani dengan baik, mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya, dengan semangat keikhlasan, kebersamaan, dan kemitraan antar Polri bersama instansi terkait dan potensi masyarakat, maka berbagai rintangan dan hambatan yang ada, akan dapat ditanggulangi secara bersama-sama, dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tandasnya. (hng)

Pos terkait