29 Tahun PKKO, Renny Rorong: Kami hanya Menjalankan Apa yang Tuhan Kehendaki

  • Whatsapp
Ketua umum PKKO Renny O Rorong (fptp: drl)

indoBRITA, Jakarta – Persekutuan Karyawan Kristen Oikoumene (PKKO) memasuki usia pelayanan ke-29 tahun Rabu (30/5/2018). Ibadah syukur perjalanan pelayanan berlangsung di Intiland Tower yang juga sekretariat PKKO.

Pembawa firman Ev Debby Basjir dalam khotbah yang di ambil dari Injil Yohanes 4 : 34 – 39 mengingatkan akan panggilan pelayanan.

“Ada banyak orang hanya berpikir hidup. Mereka tidak peduli dengan sesama, tidak berpikir bagaimana menjalankan panggilan Bapa. Ingat kita semua terpanggil untuk melakukan pekerjaan Bapa,” ujarnya.

Pelayanan tidak terbatas di atas mimbar, tapi dalam pekerjaan, pada kehidupan sehari-hari. “Setelah menjadi murid Tuhan kita perlu memuridkan orang lain. Karena itu sebelum mengajak orang lain bertobat, kita harus lebih dahulu bertobat, “ujarnya.

Baca juga:  Tingkatkan Sinergitas Kemitraan, Polres dan Kodim 1302 Minahasa Gelar Doa Bersama

Senada dengan pembawa firman, Ketua Umum PKKO Renny Rorong dalam sambutan syukur setelah ibadah mengatakan apa yang PKKO jalankan adalah melakukan yang Tuhan kehendaki.

“Kalau ada yang bertanya apa yang dilakukan PKKO, ya kami melakukan apa yang diinginkan Bapa di Surga. PKKO melakukan penginjilan, pemuritan, menjangkau jiwa-jiwa di market place, ” tandas pria kelahiran Langowan ini.

Kelompok Vokal D, Maerah (foto: drl)

Tantangan dalam pelayanan pasti ada. Tapi Renny bersyukur PKKO tetap berjalan. Bahkan saat ini sudah ada sekolah penginjilan dan pemuritan.

“Sekolah penginjilan dan pemuritan gratis, sudah enam angkatan. Pesertanya beragam dari berbagai latar  belakang gereja. Namun agar efisien, setiap angkatan dibatasi maksimal 50 orang, dilaksanakan setiap hari Sabtu,” ungkapnya.

Baca juga:  LPPD 2017 Pemkab Minut Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah Pusat

Renny menambahkan 29 tahun PKKO masih terlalu muda untuk pekerjaan di ladang yang Tuhan sediakan. Saat ini begitu banyak tantangan iman yang di hadapi setiap waktu.

“Saya bersyukur Tuhan memberi jalan dan kekuatan bagi saya dan teman-teman di PKKO. Lihat saja semua saling topang, tidak melihat latar belakang pekerjaan dan usia. Inilah yang menjadi salah satu kekuatan  PKKO dalam melakukan panggilan pelayanan, namun yang utama dalam penyertaan Tuhan. Terus melayani tidak perlu berpikir sampai kapan, ” tandasnya. (drl).

 

Pos terkait