Media Online di Sulut Menjamur, Kumendong Dorong Jurnalis Miliki Sertifikat yang Sah

  • Whatsapp
IndoBRITA, Manado – Tak bisa dipungkiri, saat ini era yang super canggih membuat media online menjamur di dunia. Itu pun terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kian banyaknya media online imbasnya media konvensional mulai berkurang. Tidak sedikit media cetak, seperi koran yang gulung tikar. Jika tidak ada perubahan dalam sisi managemen, koran akan tergilas dengan munculnya media online.
Para pembaca lebih memilih media online karena banyak memiliki keunggulan. Diantaranya, media online itu bersifat up to date. Misalkan, terjadi kejadian tak lama berselang beritanya sudah ada di online. Sementara, kalau media konvensional diberitakan nanti sehari setelah kejadian.
Keunggulan lain media online, yakni praktis, murah, terjangkau hingga ke pelosok asalkan daerah itu bisa menerima layanan internet.
Namun, keunggulan itu banyak oknum menyalahgunakannya. Yang lagi tren saat ini dibuat berita bohong atau hoax. Berita palsu kebanyakan dibuat di media online.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setdaprov Sulut Jemmy Kumendong mengakui tren saat ini. 
“Namun meskipun banyak keunggulan pada prakteknya masih banyak (wartawan) belum memiliki sertifikasi yang sah. Sehingga ada yang menghadirkan berita tanpa bukti yang jelas sehingga tak akurat. Banyak yang bersifat palsu atau hoax,” ungkap Kumendong mewakili Sekprov Edwin Silangen saat membuka Seminar Jurnalistik Hari Pers Nasional, Kamis (31/05/2018) di Ruang Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut.
Kumendong menuturkan jurnalis yang memberitakan berita hoax pasti berdampak negatif bagi masyarakat.
“Sesuai Undang-undang kode etik jurnalis akan kena hukum,” ujarnya.
Hadir dalam seminar yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulut ini sebanyak 50 jurnalis yang sering meliput di kantor gubernur. Adapun sebagai narasumber pada seminar yang mengambil tema Peran Jurnalistik di Era Digitalisasi ini, yaitu Lexi Mantiri dari Ketua Relawan Teknik Informasi dan Komunimasi, Max Rembang (Ketua Kajian Kimunikaso Publik Fisip Unsrat), Merson Simbolon (Wakil Ketua bidang Pendidikan PWI Sulut).(sco)
Baca juga:  LPPD 2017 Pemkab Minut Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah Pusat

Pos terkait