Menu

Terapkan KTR, Gubernur Olly Terima Penghargaan Paramesti dari Kemenkes

  Dibaca : 255 kali
Terapkan KTR, Gubernur Olly Terima Penghargaan Paramesti dari Kemenkes

IndoBRITA, Manado – Kepedulian Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) terhadap kesehatan membuahkan prestasi. Kamis (31/05/2018) pagi, orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini mendapat penghargaan Paramesti dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada acara puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kantor Kemenkes Jakarta.

Penghargaan itu dialamatkan kepada Gubernur Olly karena mantan ketua Banggar DPR RI itu telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kepala daerah yang peduli dengan KTR dan pengendalian penyakit tidak menular.

“Harapannya ke depan akan terjadi peningkatan jumlah daerah yang telah mempunyai aturan KTR,” kata Moeloek.

Diketahui, hingga saat ini sebanyak 19 provinsi dan 309 kabupaten/kota di Indonesia sudah menerapkan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah tentang KTR di sejumlah wilayahnya.

Baca juga:  Kini Pelayanan Perijinan Pemprov Sulut Lewat Si Obet

Adapun peringatan hari tanpa tembakau sedunia (World No Tobacco Day) kali ini mengusung tema tembakau dan penyakit jantung (tobacco and heart disease). Tema itu meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara tembakau dengan kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular atau ‘cardiovascular diseases’ (CVD) lainnya, termasuk stroke, yang apabila dikombinasikan merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Selain itu, juga tindakan yang dapat dilakukan oleh kita semua, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan jantung yang ditimbulkan oleh penggunaan tembakau.

Kampanye ‘World No Tobacco Day 2018’ juga ditujukan untuk mengatasi epidemi tembakau dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kontribusinya dalam menyebabkan kematian dan penderitaan jutaan orang secara global. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.

Baca juga:  Bantuan Pribadi Olly-Steven untuk Ojek di Manado Terdampak Covid-19

Penyakit kardiovaskular (CVD) membunuh lebih banyak orang, daripada penyebab kematian lainnya di seluruh dunia. Selain itu, penggunaan tembakau serta paparan asap rokok berkontribusi pada sekitar 12% dari semua kematian akibat penyakit jantung. Penggunaan tembakau adalah penyebab utama kedua dari CVD, setelah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Epidemi tembakau global membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun, di mana hampir 900.000 orang yang bukan perokok, meninggal akibat menghirup asap rokok atau perokok pasif.(sco)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional