Menu

Gatot Cium Tangan SBY, Suryani: Biasalah Politik Praktis, Nggak Heran Mah

  Dibaca : 284 kali
Gatot Cium Tangan SBY, Suryani: Biasalah Politik Praktis, Nggak Heran Mah
Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY pada salah satu acara buka puasa bersama (foto: Istimewa)

Golkar Yakin Demokrat Obyektif dalam Menentukan Arah Koalisi

indoBRITA, Jakarta – Gatot Nurmantyo, salah satu figur yang disebut-sebut akan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tertangkap kamera mencium tangan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada sebuah acara buka puasa bersama. Mantan Panglima TNI ini terlihat membungkuk mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat itu

Berbagai tanggapan pun muncul. NasDem misalnya, melemparkan soal komitmen dalam berpolitik.

“Saya kira politik itu dinamis dalam hitung-hitungan, tetapi bagi NasDem politik selain dinamis juga bermartabat dan berkomitmen,” kata Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago seperti dilansir detik.com,Minggu (3/6/2018).

“Tidak hari ini tempe besok dele (kedelei). Komitmen NasDem selalu terjaga, tidak dagang sapi,” imbuh Irma.

Baca juga:  Tahun 2020, Gubernur Olly Jamin Program Pembangunan Sulut Pro Rakyat

Namun Irma enggan mengomentari lebih lanjut soal peristiwa itu. Menurut dia, peristiwa tersebut tak perlu dibesar-besarkan.

“Tahun politik memang ada-ada saja ya, biasalah politik praktis nggak heran kalo cuma cium tangan mah,” tuturnya.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, menilai peristiwa itu wajar saja terjadi. Soalnya, Gatot adalah junior SBY di TNI. SBY juga merupakan pemimpin negara. Semua faktor itu dilingkupi suasana Ramadan.

“Suasana bulan Ramadan, silaturahmi adalah hal yang baik apalagi sejak lama beliau (Pak SBY) dikenal oleh Mas Gatot semasa tugas di TNI sebelumnya,” kata Imelda.

Sementara politisi Partai Golkar, Ace Hasan yakin PD objektif dalam menentukan arah koalisi di Pilpres 2019.

Baca juga:  Wacana Baru, Ibu Kota Pindah ke Jayapura

“Kami yakin Partai Demokrat akan objektif dalam melihat peta koalisi dalam menghadapi dinamika menjelang Agustus 2018 nanti,” kata salah satu Ketua DPP Golkar ini.

Menurut Ace, peristiwa tersebut tak perlu dibesar-besarkan. Dia menilai cium tangan Gatot kepada SBY itu barangkali lebih kepada sebuah penghormatan.

“Itu kan silaturahmi biasa saja. Pak Gatot kan mantan Panglima TNI yang diangkat pada masa Presiden SBY. Jadi tak perlu ditafsirkan macam-macam soal aksi cium tangannya Pak Gatot sama Pak SBY,” ujar Ace.

“Bisa jadi hal itu merupakan bentuk penghormatan Pak Gatot hormat kepada Presiden SBY,” imbuh anggota DPR itu. (dtc/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional