Kejari Minut Amankan Uang Negara, Dana PNPM Rp794.777.220 Nyaris “Disulap”

  • Whatsapp
BUKTI dana PNPM ratusan juta yang diamankan Kejari Minut yang diserahkan langsung oleh eks PNPM Liktim.(foto: boyz)

IndoBRITA, Minut—Kejaksaan negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut), Senin 4 Juni 2018, berhasil mengamankan uang negara Rp794.777.220 yang diambil dari pengurus PNPM Likupang Timur (Liktim). Ini usai Kejari Minut mendapat informasi dari masyarakat terkait penyimpangan dana tersebut.

Kajari Minut Rustiningsih SH MSi dalam pernyataannya dihadapan sejumlah pers, dari informasi tersebut, langsung menerjunkan tim penyelidikan dengan menerbitkan surat perintah penyelidikan Nomor: Print-03/R.1.16/Fd.1/05/2018, dan hasilnya menemukan bukti-bukti keberadaan uang tersebut yang disimpan dalam rekening Bank Sulut dengan nomor 034.02.11.000664-2 atas nama SPP MP Liktim/Novita Makapeti.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Ini Hasil Deklarasi Damai Warga Perum Agape Desa Tumaluntung

“Dana tersebut merupakan dana yang mengendap sejak program PNPM telah resmi ditutup sejak 2015 berdasarkan surat Kementerian Desa PDTT Nomor: 134/DPPMD/VII/2015 tertanggal 13 Juli 2018. Dana ini rencananya akan dialihkan untuk program BUMdes bersama di wilayah Liktim karena belum ada payung hukumnya,” tutur Rustiningsih sembari memperlihatkan Barang bukti (Babuk) sitaan uang yang dikemas dalam paket plastik didampingi Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu dan Camat Liktim.

Ditambahkan Kajari Minut untuk menyelamatkan uang negara tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mantan pengurus PNPM tahun 2008 sampai dengan 2014, dan mereka mengakui jika ada kesalahan dengan mengalihkan dana ke program BUMdes.

Baca juga:  Kejari Minut Bakal Miliki Pojok Pelayanan Gratis Untuk Masyarakat

“Akhirnya sesuai kesepakatan, para mantan pengurus eks PNPM berniat baik menyerahkan dana tersebut kepada kami (Kejari,red) untuk kami kembalikan dan setorkan ke kas negara. Soal penyimpangan, kami masih melakukan penyelidikan mendalam, apakah dana ini sudah pernah dipakai atau belum. Untuk itu kami menghimbau bagi sembilan kecamatan lainnya agar mencontoh hal ini, agar tidak terjadi kebocoran uang negara,” terang Rustingsih sambil menambahkan jika sudah lima orang yang diperiksa terkait dana PNPM tersebut.(rus)

Pos terkait