Perkumpulan Sampiri Gelar Workshop Pengelolaan Hutan Lindung Sahendaruman ll

  • Whatsapp
workshop membangun kesepahaman pengelolaan dan penataan ruang kelola hutan lindung Sahendaruman ll yang dilaksanakan di ruang serba guna rumah jabatan Bupati Sangihe.(foto: Nelty)

indoBRITA,Sangihe – Perkumpulan Sampiri menggelar workshop membangun kesepahaman pengelolaan dan penataan ruang kelola hutan lindung Sahendaruman ll yang dilaksanakan di ruang serba guna rumah jabatan Bupati Sangihe Jumat,(7/6/18).

 

Bacaan Lainnya

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana dalam sambutanya yang dibacakan oleh asisten ll Ben Pilat, memberikan apresiasi dan terimakasih atas penyelenggaraan kegiatan Workshop

 

“Kami selaku pemerintah sangihe menyampaikan apresiasi serta trimakasih sebesar-besarnya pada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini dan pada perkumpulan sampiri sebagai pelaksana serta kepada narasumber yang telah bersedia hadir ditempat ini,” katanya.

 

Dirinya juga berharapa agar kegiatan yang dilaksanakan bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

“Harapan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua terlebih khusus kita yang ada dikabupaten kepulauan sangihe,” ucapnya.

 

Lanjutnya, hutan memberikan banyak manfaat bagi masyarkat pelestarian harus tetap dipertahankan dan dikelola dengan baik apalagi di hutan Sahendarumang dua terdapat burung khas Sangihe dan satwa liar lainya yang hanya terdapat di Kabupaten Sangihe.

Baca juga:  Gaghana lantik Empat Pejabat Tinggi Pratama

 

“Di Daerah kabupaten Kepulauan Sangihe terdapat hutan lindung Sahendarumang ll, dalam hutan sahendarumang terdapat burung khas Sangihe dan satwa liar lainya dan ini menjadi kebanggaan kita bahwa beberapa satwa ini hanya terdapat di daerah Sangihe dan tidak dijumpai dibelahan bumi lainya disamping itu keberadaan hutan ini sangat penting karena merupakan daerah tangkap air bagi sebagian besar wilayah di kabupaten sangihe kemudian juga mendukung produktivitas pertanian dan berperan penting dalam mengurangi resiko bencana alam,” ungkapnya sambil berharap workshop yang dilaksanakan dapat menyatukan pemikiran bersama dan akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sekaligus juga membuka kegiatan workshop.

 

Direktur perkumpulan Sampiri Sam Barahama juga menyampaikan maksut dan tujuan dari workshop yang dilaksanakan.

 

“Hari ini adalah tatap muka pertama kita untuk bagaimana kita membahas dan mendiskusikan berbagi pikiran dalam rangka kita mengelola secara bersama-sama kawasan sahendarumang 2,” kata Barahama.

Baca juga:  Desa Molinow Bangun Kolam Renang untuk Dukung Pariwisata Minsel

 

Tambahnya, kesepakatan bersama dalam pengelolaan hutan lindung sangat diharapkan sehingga semua pihak bisa memahami perannya masing-masing.

 

“Workshop yang dilaksanakan sehari ini diharapkan akan menghasilkan kesepakatan bersama tentang pengelolaan hutan lindung dan rencana aksi, hutan lindung Sahendaruman ll memang sudah beberapa kali dibahas tetapi secara siknifikan dalam tatakelolanya belum kelihatan siapa berperan sebagai apa dari sisi kewilayahan ini masuk dalam pemerintahan kabupaten kepulauan Sangihe tapi dalam pengelolanya dikelolah oleh provinsi bagaimana kolaborasi ini bisa bersinergi menjadi satu dan terkomunikasi baik, sehingga pemerintah provinsi, daerah dan kampung itu memahami secara jelas cara mengelola kawasan hutan lindung sahendarumang ll,” tambahnya.

 

 

Workshop yang juga dihadiri oleh Kepala dinas kehutanan provinsi sulawesi utara yang diwakili oleh Moudy Togas, Kepala seksi pengendalian kerusakan dan pengamanan hutan dinas kehutanan daerah provinsi Sulut, Kepala UPTD KPHL unit 3 wilayah Sangihe Talaud Sitaro Djainudin Janis, Yayasan Burung Indonesia Adi Widyanto selaku pemateri serta unsur terkait lainya.(nty)

 

Pos terkait