Tiga Terdakwa Korupsi RSJ Ratumbuysang Divonis Empat Tahun Penjara

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado—Dinilai telah merugikan kerugian keuangan negara, tiga terdakwa dalam perkara korupsi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang, JT alias Jermina, VJ alias Vanda dan David alias DL, divonsi Manjelis Hakim empat tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan  Ketua Majelis Hakim, Vincentius Banar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Kamis (07/06/2018).

Bacaan Lainnya

Dalam amar putusan, ketiga terdakwa divonis 4 tahun tahun penjara dengan denda Rp200 juta, subsidaer 1 bulan penjara. Hanya terdakwa David yang dibebankan membayar uang pengganti Rp720 Juta.

Baca juga:  Diduga ada Potensi Korupsi di Sengketa Lahan Kantor DPRD Sulut

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhi hukuman selama empat tahun penjara,” ujar Hakim Vincentius.

Menanggapi putusan tersebut Reynald Pangalila, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Vanda dan terdakwa dr Juni mengungkapkan, pihaknya menghargai putusan majelis. “Kami sangat menghargai putusan majelis. Untuk proses selanjutnya kami masih berkonsultasi dengan klien kami,” kata Pangalila.

Hal yang sama juga diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pingkan Gerungan. “Atas putusan tersebut penuntut umum pikir-pikir,” tegas Gerungan.

Seperti diketahui, dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp3,3 miliar lebih ini, menyeret tiga terdakwa ke meja hijau. Adapun para terdakwa yakni,  Jermina selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Vanda sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan David yang merupakan pelaksana pekerjaan. Ketiganya  dinilai telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan melawan hukum dalam pekerjaan pembangunan gedung RSJ Ratumbuysang tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp 18 miliar.

Baca juga:  Simarmata Jabat Ketua PN Manado

Meski begitu, diketahui terdakwa DL telah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,3 miliar lebih sejak Senin (29/1), lalu.

Akibat perbuatan tersebut, ketiga tersangka terancam pidana berdasarkan pasal 2 ayat (1), pasal 3 juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, juncto (jo) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto (jo) pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (hng)

Pos terkait