Menu

AHY : Terorisme Tidak Punya Agama

  Dibaca : 303 kali
AHY : Terorisme Tidak Punya Agama
Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menunjukkan keahliannya dalam memasak (foto: drl/ist)

indoBRITA, Jakarta – Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yodhoyono (AHY),  mengingatkan bangsa Indonesia untuk jangan kalah melawan terorisme di negeri ini.  AHY menyampaikan itu saat ditemui media ini, Selasa (12/6/2018).

“Kita kalah, bila aksi teror membuat kita, terpecah belah dan  saling mencurigai satu sama lain. Kita juga kalah, bila dalam upaya  melawan terorisme justru, terpancing untuk menggunakan cara-cara teroris. Cara yang berada di luar hukum,  melanggar hak-hak dasar warga negara,” ujar AHY.

Salah satu kandidat calon wakil presiden (Cawapres) ini sebelumnya sudah menyampaikan perihal ini dalam pidato politik rakyat di Jakarta Convention Centre Sabtu malam (9/6/2018) lalu.

“Terrorism has no religion. Terorisme tidak punya agama. Terorisme adalah musuh semua agama. Terorisme musuh kita semua,”  kata AHY.

Mantan Calon Gubernur DKI Jakarta ini juga mengapresiasi langkah pemerintah Jokowi-JK dan DPR serta TNI dan Polri. AHY kemudian menyoroti ekonomi menyangkut daya beli masyarakat dan lapangan kerja.

“Meski, angka indikator ekonomi makro relatif baik. Namun di lapangan, masyarakat merasakan hal berbeda.  Hampir di setiap tempat, yang didatangi, rakyat berteriak barang makin  mahal,” tandasnya.

Baca juga:  Humas Pemprov Sulut Jalin Sinergitas dengan Pemkab Bolsel

Harga-harga kebutuhan, naik secara signifikan, di sisi  lain, kemampuan dan kesempatan masyarakat, makin terbatas untuk  memperoleh penghasilan yang layak.

Bagi AHY soal lapangan kerja, bukan hanya soal memperoleh pendapatan. Tetapi juga, harga diri dan penerimaan sosial. Itulah sebabnya, pengangguran dan lapangan kerja, selalu menjadi persoalan sensitif.

Banyak anak-anak muda, generasi milenial yang belum bekerja, merasa cemas. Sedangkan yang sudah bekerja, merasa khawatir; Apakah bisa terus bekerja? Secara kuantitas, lapangan kerja yang tercipta, setiap tahunnya,  belum bisa mengimbangi, jumlah pencari kerja baru.

Dalam hal kualitas angkatan kerja, punya PR  besar. Lebih dari 50 juta orang, angkatan kerja  berpendidikan  sekolah dasar, sehingga tidak mudah  bersaing dalam kompetisi global.

Perpres No. 20 tahun 2018; tentang Penggunaan TKA dirasakan, kurang berpihak pada tenaga kerja lokal (Indonesia). AHY mengatakan  di Kendari, Sulawesi Tenggara, dia melihat banyak TKA, yang bekerja. Bukan hanya, sebagai tenaga ahli, atau dalam kapasitas manajerial saja, tetapi juga, pada tingkatan buruh, supir, dan pekerja lapangan lainnya, yang seharusnya mampu dilakukan tenaga kerja Indonesia.

Baca juga:  Sekda Bitung Hadir Dalam Tatap Muka dengan Tim Pansus RUU DPR RI

Hasil investigasi, Lembaga Ombudsman tahun 2017; terkait isu TKA ilegal, di berbagai provinsi menemukan terjadinya diskriminasi perlakuan hingga gaji yang tidak berimbang antara TKA dan tenaga kerja lokal, untuk jenis pekerjaan yang sama.

Dalam sebulan, supir TKA, dapat 15 juta rupiah. Lalu supir tenaga kerja Indonesia, hanya dapat lima juta rupiah. “Kita tidak anti  asing, tapi kita tidak terima jika rakyat dikalahkan, dinomorduakan, atau hanya jadi penonton di negeri sendiri. Ini soal rasa keadilan, “tandas AHY.

Pidato politik AHY selain Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, pengurus dan kader juga inisiator dan pendiri partai Demokrat Ventje Rumangkang serta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat E E Mangindaan.

“Yang disampaikan AHY realitas saat ini, berdasarkan temuan di masyarakat. Jadi pihak pemerintah perlu melihat ini sebagai otokritik positif untuk kemajuan ke depan, ” tandas Ventje Rumangkang. (drl).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional