Menu

Masalah Garuda Perlu Diselesaikan Cepat, Tepat dan Menyeluruh

  Dibaca : 378 kali
Masalah Garuda Perlu Diselesaikan Cepat, Tepat dan Menyeluruh
Ketua Inkindo, Kristiya Kartika (foto: ist)

indoBRITA, Jakarta– Mencuatnya ancaman mogok dari Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) tidak hanya menyita perhatian publik dan mengganggu kenyamanan calon penumpang, tapi bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Garuda.

Karena itu masalah yang mendera PT Garuda Indonesia menurut Ketua Dewan Kehormatan Nasional Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (Inkindo), Kristiya Kartika, perlu diselesaikan secara cepat, tepat dan menyeluruh.

“Untuk sementara ancaman pemogokan tertunda, tapi bukan berarti masalah selesai. Kita menunggu hasil satuan tugas yang dibentuk Kemenko Maritim Pak LBP, semoga ada segera ada hasilnya. Tapi penyelesaiannya harus cepat, tepat dan menyeluruh, karena publik terus menanti “ujar Kristiya  kepada indoBRITA, Selasa (13/06/2018)

Mencuatnya ancaman mogok di tengah situasi menjelang arus mudik lebaran, sangat mengganggu kenyamanan dan psikologi calon penumpang. Walau akhirnya ancaman mogok ditunda serta dijanjikan tidak akan dilakukan saat peak season, namun publik tetap was-was.

Baca juga:  Kantor Pelayanan Pajak Mikro Tomohon Diresmikan

Menurut Kritiya Serikat Pekerja Garuda Indonesia  bertanggung-jawab menciptakan keharmonisan dan kegairahan anggotanya dalam memenuhi keinginan dan kepuasan pelanggan serta pasar pada umumnya. “Upaya konfrontatif dengan cara mogok sangat merugikan korporasi dan masyarakat,” katanya.

Mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI ini, mengatakan, penyelesaian masalah di tubuh BUMN Garuda Indonesia harus didasari kesadaran kolektif bersama.

“Tentu penyelesaian masalah harus didasari oleh kesadaran kolektif saling menghargai nilai dan norma perusahaan yang berorientasi pada upaya mencapai kemajuan korporasi di masa depan,” ucap Kristiya.

Di sisi lain, munculnya wacana pelibatan pilot TNI AU untuk menggantikan pilot bila terjadi pemogokan mendapat kritikan keras Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia  (YLKI).

Baca juga:  SOKSI DKI Jakarta Konsolidasi untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Dalam keterangan tertulis seperti di lansir dari laman Viva.co.id, Pengurus YLKI Tulus Abadi menilai rencana tersebut menunjukkan kepanikan pemerintah. “Sebuah tindakan yang main hantam kromo, bahkan anti regulasi, baik regulasi nasional atau internasional ICAO, ” ujar Tulus Abadi.

Selain itu pada keterangan tertulis, Jumat (8/6/2018) itu  dikatakan, antara pilot penerbangan sipil dan militer beda aturan dan beda kharakter.

Diketahui ancaman mogok sekitar 5.000 karyawan dan 1.300 pilot anggota Sekarga serta APG merujuk pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia bulan lalu. Sekarga dan APG menilai hasil tersebut tidak sesuai dengan kondisi perusahaan. (drl).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional