Puncak HUT Pekabaran Injil & Pendidikan Kristen Meriah

  • Whatsapp
PARA pemangku kepentingan dari GMIM saat melepas burung merpati di puncak kegiatan.(foto: ist)

IndoBRITA, Minut—Warga GMIM seluruh Sulut berkumpul dan beribadah, memperingati kisah penginjilan Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz yang pada 12 Juni 1831 tiba di tanah Toar Lumimuut sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-187 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM dan HUT ke-84 GMIM Bersinode 30 September 2018, Selasa 12 Juni 2018 di kompleks roda sapi pacuh jalan Ir Soekarno.

Ibadah agung dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr Hein Arina yang mengangkat perenungan firman Tuhan dalam 2 Timotius 3:10-17 tentang Iman Tumbuh Dalam Penganiayaan dan Pembacaan Kitab Suci.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Dukung Kegiatan SMST, KNPI Minut Ajak Pemuda Ikut Baksos di Wilayah Likupang Satu

“Kiranya kita semua pelayan dan jemaat harus memberi diri sepenuhnya untuk mengabarkan injil. Karena sekarang ini kita punya fasilitas perkembangan ekonomi dan teknologi yang lebih canggih untuk mencapai jiwa-jiwa yang akan diselamatkan,” ucap Arina

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang diwakili Asisten I Drs Edison Humiang MSi turut memberi selamat kepada seluruh komponen umat warga GMIM. “Momen ini memberi semangat baru pertumbuhan iman di dalam Yesus Kristus. Perkembangan injil di Minahasa tidak lepas dari penginjilan misionaris Riedel dan Schwarz. Kehadiran mereka bukan saja bertindak sebagai pendeta tapi berfungsi ganda dengan mendidik para buta huruf dan melayani kesehatan. Marilah GMIM jadilah teladan dalam memancarkan terang Kristus mewujudkan perdamaian,” ajaknya.

Baca juga:  FNR Siap Bawa Aspirasi Warga Untuk Masa Depan Lebih Baik

Ketua Umum Panitia Berty Kapojos SSos mengapresiasi setiap jemaat dan para hamba Tuhan yang sudah hadir. “Puji Tuhan rangkaian acara HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen bisa berjalan dengan baik. Mulai dari pembukaan di Desa Serei Kecamatan Likupang Barat pada 2 Juni 2018, dan napak tilas dari Kecamatan Kema serta peletakan batu pertama untuk pembuatan monumen misionaris Lemmert Lammers pada 9 Juni dan ibadah agung hari ini. Terima kasih kepada seluruh warga GMIM dan undangan yang telah hadir,” tandas Kapojos.(rus)

Pos terkait