Menu

Ratusan Warga Bunaken Gelar Aksi Damai Tolak Penempatan Ponton

  Dibaca : 506 kali
Ratusan Warga Bunaken Gelar Aksi Damai Tolak Penempatan Ponton

IndoBRITA, Manado–Masyarakat Bunaken menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Kehutanan Balai Taman Nasional, di Pulau Bunaken, Kamis (21/06/2018).

Ratusan warga ini menuntut Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) harus membatalkan uji coba penempatan fasilitas floating (ponton) dan memindahkan ponton tersebut dari kawasan Taman Nasional Bunaken karena penempatannya tidak melalui kajian terlebih dahulu dan tidak berkoordinasi dengan masyarakat Bunaken.

Kata Arjun Langitan selaku Ketua Himpunan Masyarakat Peduli Bunaken, BTNB tidak menjadi penghianat atas tanggung jawabnya, sebagai pemerintah pusat di daerah untuk mengelola taman nasional Bunaken dan pengawal konservasi dengan memberi peluang kepada pihak pemodal untuk memanfaatkan legitimasi BTNB bagi kepentingan usahanya.

“Dalam setiap penentuan kebijakan yang bersentuhan dan berpotensi mempengaruhi kelestarian terumbu karang serta ekonomi masyarakat ysng bertumpuh pada sumber daya bawah Iaut BTNB harus berkoordinasi dan melibatkan masyarakat kawasan,” kata Langitan.

Baca juga:  Polresta Manado Amankan Tiga Tersangka Pecah Kaca Mobil

Menurut Langitan, BTNB harus menegakkan aturan dalam kawasan dan menindak setiap pelaku perusakan terumbu karang yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Untuk menghindari, mengantisipasi terjadinya kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh aktivitas diving bagi pemula, BTNB harus menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada semua operator diving untuk tidak dibenarkan melakukan Discovery Scuba Dive (DSD ) atau intro dive di semua spot menyelam di areal terumbu karang yang masih terjaga dan sehat,” tegasnya.

Menurutnya BTNB harus menyampaikan secara jelas dan transparan kepada masyarakat dana yang diperoleh dari hasil penjualan tiket masuk Taman Nasional Bunaken setiap bulannya. Kemudian dalam menjalankan kegiatan patroli kawasan BTNB harus melibatkan masyarakat, untuk bersama sama dalam kegiatan patroli dan harus dilakukan 1 x 24 jam.

Baca juga:  Pererat Silahturahmi, Danlanudsri Laksanakan Courtesy Call kepada Forkopimda Sulut

“BTNB berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait lainnya, untuk menertibkan operator trip 3 pulau dalam kawasan Taman Nasional Bunaken dengan membatasi jumlah pengunjung penumpang pada setiap kapal maximum 35 orang untuk menghindari konfiik antara sesama pemilik kapal masyarakat lokal,” terangnya.

Meminta BTNB untuk menambah tenaga dan personil petugas kebersihan di pantai Liang Bunaken. Meminta Kepala Balai Taman Nasional Bunaken untuk menonaktifkan oknum kepala reson Bunaken yang diduga menjalankan bisnis jual beli ikan karang dengan menggunakan fasilitas BTNB.

“BTNB harus membatalkan kebijakan sepihak dengan mengambil aIih tanah adat dan lahan masyarakat Pulau Bunaken untuk dijadikan kawasan hutan lindung,” tegasnya. (hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional