Menu

Prabowo Duga Ada Mark Up Anggaran LRT, Suryani: Audit Saja dan Minta KPK Turun

  Dibaca : 404 kali
Prabowo Duga Ada Mark Up Anggaran LRT, Suryani: Audit Saja dan Minta KPK Turun
LRT Palembang (foto: ist)

Menteri Perhubungan: Tudingan Itu Tanpa Data

indoBRITA, Jakarta– Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menduga ada mark up anggaran dari proyek  light rail transit (LRT) di Indonesia Berdasarkan data yang diperolehnya, biaya pembangunan untuk LRT di dunia hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain biayanya US$ 40 juta/km.

“Coba bayangkan saja berapa mark up yang dilakukan pemerintah untuk 1 km pembangunan LRT. Jika 8 juta dolar itu saja udah mendapatkan untung, apalagi kalau 40 juta dolar,” kata Prabowo saat sambutan dalam acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, seperti dilansir Detik, Kamis (21/6/2018).

Prabowo mengaku tidak habis pikir atas tingginya biaya pembangunan LRT di Indonesia. Biaya itu sangat berbanding terbalik, meskipun semua material didapat di Indonesia.

“Padahal material bangunan dibuatnya di Indonesia, tapi kenapa bisa mahal begitu ya. Seharusnya itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan gizi anak di Indonesia,” kata Prabowo.

Baca juga:  Manado Diguyur Hujan, Beberapa Titik Diterjang Banjir dan Longsor

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut statemen Prabowo tersebut tanpa data.

“Itu enggak benar. Sebaiknya sebagai orang yang pandai harus meneliti dulu masukan dari timnya, karena angka dugaan itu bukan angka yang benar,” kata  Menhub, Jumat (22/6/2018)

Sementara Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago berpendapat jika Prabowo punya data valid, sebaiknya dilakukan audit. “Jika terbukti ada mark up, minta KPK turun,” ucapnya.

Irma punya alasan atas komentarnya itu. Menurut dia, laporan itu juga bisa menjadi sekaligus bukti bahwa Prabowo tak asal bicara.

“Kalau kritik by data itu konstrukrif, tapi jika tidak by data itu destruktif. Makanya saya saran jika punya data valid laporkan saja ke KPK,” sebut anggota DPR itu.

Kepala Proyek LRT Palembang, Mashudi Jauhar menanggapi tudingan Ketua Prabowo tersebut. Mashudi menanyakan sumber data Prabowo.

“Ya, apa yang mau ditanggapi? Wong datanya juga nggak dijelaskan dari mana? Dan apa bisa disamakan dengan Palembang yang dimaksudkan?” ungkapnya.

Baca juga:  Deddy Mizwar dan Gerindra Jabar Memanas, Mulyadi: Saya Akui Beliau Dekat dengan Prabowo

Dia justru penasaran, di mana ada LRT di dunia yang biaya pembangunannya hanya US$ 8 juta/km atau Rp 112 miliar/km (kurs Rp 14.000/US$).

Ia kemudian membandingkan biaya pembangunan LRT di Palembang dengan biaya pembangunan LRT di negara tetangga seperti di Malaysia dan Filipina

“Di Malaysia, (rute) Kelana Jaya-Ampang 7,2 miliar Yen/km (65,52 juta/km). Manila, LRT Fase 1 extension, 8,2 miliar Yen/km (US$ 74,6 juta/km),” ujarnya.

Pemerintah sendiri uji coba Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan. Uji coba itu berjalan dengan baik. Menhub Budy Karta menyebut, kereta sudah berjalan dengan kecepatan hingga 35 Km per jam saat tes dinamis.

“Sekarang sudah dilakukan tes dinamis, menurut laporan kereta LRT sudah bisa berjalan dengan kecepatan 35 Km/Jam di atas rel tanpa ada hambatan saat uji dinamis,” kata Budi Karya. (dtc/adm)

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional