Panwas Sitaro Rekom TMS Sembilan Pemilih Dalam DPT

IndoBRITA,Sitaro – Sebanyak sembilan pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) direkomendasikan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Rekomendasi tersebut disampaikan secara resmi kepada KPU Kabupaten Siau Tagulandang Biaro sebagai tindak lanjut atas temuan Panwas Kecamatan Biaro yang melakukan pencermatan atas DPT menjelang hari pemungutan suara.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil klarifikasi yang kami lakukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sebanyak empat orang warga ditemukan terdaftar sebagai penduduk di luar Kabupaten Sitaro. Ada yg sudah pindah ke Papua, ada ke Maluku Utara, ada juga yang pindah ke Kota Bitung. Dan lima orang lagi tidak terdaftar di daerah manapun,” kata Ketua Divisi HPP Panwas Sitaro, Fidel Malumbot, Minggu (24/6).

Baca juga:  Perusakan Baliho Paslon Mulai Marak

Setelah dinyatakan TMS maka ke sembilan pemilih yang terdaftar dalam DPT di Kecamatan Biaro tersebut tidak dapat menggunakan hak pilih mereka. Karena itu Panwas mengingatkan KPU dan jajarannya untuk tidak menyampaikan pemberitahuan memilih atau Formulir C6 kepada pemilih yg dinyatakan TMS.

Selain itu, Panwas juga menemukan pemilih terdaftar lebih dari satu kali pada lebih dari satu TPS. Bahkan ada yang didapati terdaftar pada tiga TPS di tiga kelurahan yang berbeda. Terhadap temuan ini juga ditindaklanjuti dengan meminta yang bersangkutan menentukan di TPS mana orang itu memilih.
“Kita menemukan satu orang terdaftar namanya di TPS Kelurahan Ondong, Kelurahan Bebali, dan Kelurahan Balehumara, dengan identitas yang sedikit berbeda tapi dipastikan orang yang sama. Setelah kita klarifikasi, yang bersangkutan menyatakan akan memilih di Kelurahan Ondong,” jelas Malumbot.

Baca juga:  Enam Dugaan Pelanggaran Diseriusi Panwas

Panwas, menurut Malumbot, terus melakukan pencermatan atas daftar pemilih guna lebih memastikan keakuratan data dan keabsahan pemilih yang akan menggunak hak pilih mereka.
“Meskipun sudah ditetapkan dalam DPT, tidak tertutup kemungkinan adanya pemilih bermasalah. Dan jika kita dapati maka kita rekomendasikan TMS dan karena itu tidak boleh memilih,” katanya. (*lie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *