Mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB Diadili

  • Whatsapp
PN Manado foto (ist)

IndoBRITA, Manado—Tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Pemecah Ombak di Desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), JT alias Junjungan, resmi duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Manado, Kamis (28/6/2018).

Mantan Direktur Tanggap Darurat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat ini didakwa Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejati Sulut, Bobby Ruswin, bersalah dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Pemecah Ombak di Desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut), yang diduga merugikan negara sekira Rp8,8 miliar.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Polresta Manado Jaring 1117 Pelanggar di Operasi Zebra 2018

Di hadapan Majelis Hakim Vincentius Banar, Arkanu dan Edy Darma Putra, JPU membacakan dakwaan terdakwa Junjungan. Terdakwa diduga tidak melakukan kajian yang benar atas usulan permohonan Dana Siap Pakai oleh Pemkab Minut, dengan tetap menyetujui usulan lokasi yang tidak sesuai dengan syarat administrasi yang diajukan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala BNPB No 6A Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemakaian Dana Siap Pakai Pada Status Keadaan Darurat Bencana.

Terdakwa diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang Dua Kabupaten Minahasa Utara.

Terhadap terdakwa dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca juga:  PN Manado Luruskan Soal Pemberitaan Terkait Amar Putusan Praper

Dalam persidangan itu juga, Penasehat Hukum (PH) mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa dengan alasan sakit.

Namun demikian, permohonan tersebut belum diterima Majelis Hakim. Menurut Hakim Ketua, harus memiliki surat keterangan dari rutan.

“Intinya, tidak ada dokter rutan yang bisa merawat sakit terdakwa, baru bisa memilih dokter mana di sini yang akan merawat,” tutur Banar.

Sidang pun akan dilanjutkan kembali pada tanggal 10 Juli 2018 dengan agenda eksepsi oleh PH terdakwa.(hng)

Pos terkait