Menu

Geledah Blok Wanita, KPR Panen Belasan HP

  Dibaca : 394 kali
Geledah Blok Wanita, KPR Panen Belasan HP

indoBRITA, Manado – Tim Ketertiban dan Keamanan (Kamtib) Rumah Tahanan Klas IIA Manado, tiba-tiba menggeledah Blok Mawar, Sabtu pekan lalu.

Penggeledahan di blok wanita itu dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Fery Audy Ngajow dan dibantu petugas KPR, Pelayanan Tahanan (Pelta), CPNS dan personil Taruna Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) yang sementara magang di rutan.

Adapun hasil sidak tersebut, petugas berhasil menyita belasan handphone, kabel charger, sendok alpaka dan sejumlah barang terlarang lainnya.

Plh KPR Fery Audy Ngajow mengatakan, sidak tersebut merupakan agenda rutin, tujuannya kata Ngajow untuk memastikan kenyamanan dalam rutan dan mencegah peredaran barang terlarang.

“Ini (sidak) program wajib yang harus diijalankan. Barang hasil sitaan dari WBP juga akan dimusnahkan setelah dilaporkan ke pimpinan,” tegas Ngajow.

Baca juga:  Sidak di Rutan, Tim Gabungan Juga Test Urine 79 Warga Binaan

Erwin Jofanly Wungow, petugas KPR menegaskan, agar WBP menghormati peraturan dalam rutan dan tidak memasukan barang terlarang.

Kepala Rumah Tahanan Klas IIA Manado Sutrisno mengingatkan WBP perempuan agar hidup normal dan terus beradaptasi dengan aturan dalam rutan.

“Saya berharap semua disiplin diri, taat dan tidak mengangkangi aturan dalam rumah ini,” imbuh Sutrisno dalam pertemuan dimaksud.

Pesan Sutrisno itu, bagian dari upaya pengelola rumah tahanan dan semua UPTD se-Kementerian Hukum dan HAM RI untuk memperketat dan mencegah situasi buruk dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.

Baca juga:  KPU Diminta Sebaiknya Membuat Diskresi

WBP diajak menjauhi dan ikut mencegah praktik terlarang dalam rutan. Misalnya, kemungkinan transaksi atau penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, konsumsi minuman keras, konflik antarwarga binaan dan perilaku negatif lainnya.

“Karena semua tindakan, perilaku yang melanggar peraturan, itu ada konsekuensi hukumnya. Misalnya, karantina, pencabutan hak pengurusan asimilasi, cuti bersyarat dan bebas bersyarat,” sentil Sutrisno.

Lebih lanjut, ia berharap WBP yang mengalami persoalan, berkonsultasi dengan petugas.

“Jangan ambil tindakan sendiri apalagi tindakan itu merugikan orang lain. Anda di sini, juga dilatih untuk hidup saling menghormati satu dengan lain, termasuk antara WBP dan petugas. Intinya mawas diri,” kunci Sutrisno. (red)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional