Terdakwa Tindak Pidana Pilkada Sitaro PHS Mangkir Sidang

  • Whatsapp

IndoBRITA,Sitaro – Terdakwa tindak pidana Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sitaro, PHS alias Sahambangung mangkir dari jadwal persidangan perdana yang digelar di PN Tahuna, Kamis (5/7) pagi.

Kuasa hukum terdakwa, Wildy Djurian mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya yang didakwa melakukan penghinaan saat berorasi pada kampanye bertempat di Kampung Lia Sibar awal Mei.

Bacaan Lainnya

Pihak Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Sitaro pun menyesalkan sikap tidak kooperatif terdkwa yang merupakan ketua tim pemenangan salah satu pasangan calon bupati Pilkada Sitaro.
“Terdakwa PHS sudah menerima relas panggilan dan menandatangani bukti penerimaan. Lebih dari itu sudah bersepakat ke Tahuna bersamaan dengan semua saksi dan Panwas membiayai transport juga fasilitas menginap selama di Tahuna, ternyata malah kabur dan tidak bisa dikontak lagi,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Penganganan Pelanggaran, Fidel Malumbot dalam release resminya kepada awak media.

Baca juga:  Enam Dugaan Pelanggaran Diseriusi Panwas

Sedangkan kronologis mangkirnya terdakwa PHS, dijelaskan Malumbot diketahui pada saat pemberangkatan saksi yang seharusnya bersama terdakwa. Tapi hingga kapal berangkat terdakwa tidak datang. Belakangan diperoleh informasi bahwa PHS di kapal dari Siau menuju Manado bersama calon bupati dan beberapa tim pemenangan.

Mendapat informasi tersebut, Panwas berupaya melakukan kontak dengan penyidik Reserse Polres Sangihe yang kebetulan anggota Sentra Gakkumdu di Panwas Sitaro. Upaya itu berhasil, dan terdakwa PHS beralasan hendak menjemput pengacara dan akan ke Tahuna, Kamis pagi dengan menumpang pesawat.

“Saat anggota Sentra Gakkumdu menunggu yang bersangkutan di bandara Sam Ratulangi sesuai pembucaraan di pelabuhan, ternyata terdakwa tidak muncul sampai pesawat berangkat,” lanjut Malumbot.

Baca juga:  Caleg Diingatkan Tidak Libatkan ASN dalam Proses Kampanye, Malumbot : Bisa Diproses Pidana

Ketua Panwas Sitaro Pricilya Bawole juga ikut menyesalkan sikap terdakwa yang terkesan sengaja menghalangi proses sidang dengan cara mangkir. Namun karena keterbatasan kewenangan karena ancaman hukuman maksimal di bawah lima tahun, tidak bisa dilakukan penahanan.

“Sampai saat penyerahan berkas perkara dari penyidik ke kejaksaan, terdakwa hadir dan menyatakan kesiapan menjalani sidang di PN Tahuna. Belakangan berubah fikiran dan mengambil sikap mangkir dari persidangan,” sesal Bawole

Sementara pihak jaksa penuntut umum akan menyampaikan relas panggilan kepada terdakwa maupun saksi untuk menghadiri sidang kedua yang dijadwalkan Senin (9/7) pekan depan.
“Kami masih berharap Terdakwa tidak menyulitkan proses ini, karena dan memberatkan yang bersangkutan sendiri dalam pertimbangan majelis nantinya,” tandas Kasie Pidum Kejari Sitaro, Dedy Wahyudi, SH. (*lie)

Pos terkait