Disabilitas dan Lansia Harus Dapat Perhatian Khusus

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado – Penyandang disabilitas dan Lanjut Usia (Lansia) seakan dicuekin. Padahal, mereka sama seperti manusia biasanya, yakni wajib menerima pelayanan oleh pemerintah.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steve Kandouw sangat berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas dan para Lansia.

Bacaan Lainnya

“Harus ada affirmative action untuk para disabilitas dan lansia ini. Jangan hanya melakukan pembangunan fisik daerah namun juga harus memikirkan mereka dalam setiap aspek,” kata Wagub saat membuka Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Kebijakan Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, Selasa (31/07/2018) siang.

Mantan Ketua DPRD Sulut menuturkan affirmative action harus dilakukan secara tersinkronisasi melibatkan segenap pemangku kepentingan yang ada. Dijabarkannya, pertama pelayanan kesehatan dengan tercover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk para Lansia. Yang kedua bisa dengan menyalurkan bantuan sosial berupa pemberian bahan natura maupun bantuan keuangan.

Sementara untuk penyandang disabilitas dapat dibuatkan akses dan fasilitas khusus di tempat-tempat umum seperti tempat duduk khusus, toilet khusus, tempat antrian atau area parkir yang ramah bagi penyandang disabilitas. 

“Untuk mereka yang tidak berhak mengambil fasilitas para difabel maka ada sanksi pidana yang menanti,” tegas Wagub.

Wagub Kandouw juga menegaskan pentingnya identifikasi informasi para penyandang disabilitas dan Lansia di masing-masing kabupaten/kota.

“Jangan berharap pada bantuan Non Governmental Organization karena yang selalu ada adalah Pemerintah. Karenanya harus selalu berkoordinasi dengan Pemerintah. Pemkab/Pemkot yang memiliki populasi penyandang disabilitas dan Lansia harus membuka diri. Jangan pilih kasih,” jelas Wagub. 

Orang nomor dua ini pun menghimbau agar identifikasi dilakukan hingga ke pelosok desa.

“Yang penting data harus betul, banyak jalan cari informasi hingga ke pelosok desa. Para disabilitas dan Lansia ini bukan kaum yang so nyanda guna, bila diberdayakan mereka dapat memberi kontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa. Pelayanan kepada penyandang disabilitas dan Lansia adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Wagub Kandouw. 

Maksud dilaksanakan kegiatan ini untuk menyinkronkan kebijakan pemerintah secara terpadu pada setiap pemangku kebijakan di daerah dalam rangka mewujudkan amanat undang -undang terkait dengan penghormatan, perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas serta lansia.

Tujuan agar terlaksananya sinkronisasi kebijakan program dan kegiatan terkait pemenuhan hak-hak penyandang sisabilitas dan lansia, tersedianya usulan rekomendasi penguatan pemberdayaan penyandang disabilitas dan lansia dan terlaksana pelaporan pelaksanaan kegiatan instansi/ lembaga terkait kabupaten/ kota  dalam rangka perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas dan lansia kepada Gubernur.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat selaku penyelenggara sekaligus narasumber dr. Kartika Devi Tanos, MARS beserta jajaran, Perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Setda Provinsi Sulut, perwakilan pemkab/pemkot se Sulawesi Utara, para penyandang disabilitas dan Lansia se Sulawesi Utara.(sco)

Baca juga:  Steven Kandouw Resmi Nakhodai KONI Sulut, Begini Harapan Olly Dondokambey

Pos terkait