Pemalsuan Dokumen di Diskop Sulut, Diduga Mengandung Unsur Korupsi

  • Whatsapp

Yudistira : Bisa Digiring ke Ranah Tipikor

IndoBRITA, Manado – Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang berlaku di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Sulut, makin ramai diperbincangkan. Yang teranyar, kasus ini bisa digiring ke perkara tipikor.

Bacaan Lainnya

“Terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oknum pejabat di Dinas Koperasi Sulut, harus diusut tuntas, kalau perlu digiring ke ranah Tipikor,” sebut aktivis, Yudistira Nusrin.

Baca juga:  Waspada Mie Basah Mengandung Boraks Beredar di Pasaran

Alasannya, laporan ini mengandung unsur penyalahgunaan wewenang oleh pelaku sebagai pejabat di instansi tersebut. “Kasus ini sekaligus menguji komitmen Polda Sulut dalam pemberantasan korupsi,” singkat Yudistira.

Diketahui, terlapor dalam kasus ini adalah Perempuan ML, oknum bendahara di Dinas tersebut. Sang pelapor adalah lelaki RP yang berjabatan Kasub Perencanaan dan Keuangan dinas tersebut.

Laporan ini bernomor STTLP/359.a/IV/2018/SPKT yang dilayangkan di Polda Sulut, 19 April 2018. Yang menerima laporan adalah Bripda Dicky Kodoati, mengetahui Ka Siaga 1 SPKT, Kompol Sumaji SSos.

Materi laporan, dugaan pemalsuan tanda tangan oleh oknum bendahara tersebut berlaku, 16 Mei dan 20 Juni 2017. Tanpa sepengatahuan dan ijin dari pelapor, diduga terlapor telah menandatangani sendiri sejumlah dokumen yang seharusnya ditandatangai sang pelapor.

Baca juga:  Siapkan Data Untuk BPK, Bupati Minut Optimis Pertahankan WTP

Oknum bendahara ini diduga keras memalsukan tanda tangan pelapor dalam kwitansi perwabku, buktinya sudah dilampirkan. Dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ini nanti diketahui pelapor, 12 April 2018.

Sayangnya, hingga sekarang penanganan kasus tersebut diduga jalan di tempat. Pasalnya belum ada perkembangan berarti dan diduga pula, berkas laporan tersebut belum ditindaklanjuti penyidik yang berkompeten.

Terlapor pun menyatakan laporan terhadapnya tidaklah benar. “Laporan itu tidak benar. Saya akan klarifikasi,” singkat terlapor.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo, menyatakan kasus ini memang sementara diproses. “Setiap laporan yang diterima pasti akan ditindaklanjuti,” tutur Tompo, Selasa (31/07) lalu.(hng)

Pos terkait