Polda Seriusi Dugaan Pemalsuan Tandatangan di Diskop Sulut, BKD Beri Perhatian

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado–Laporan Polisi yang dilayangkan RP mantan Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Koperasi UKM Sulut, dengan terlapor perempuan berinisial (ML) selaku bendahara terus mendapat perhatian Polda Sulut. Tak heran, setelah beberapa bulan dilaporkan, dipastikan diseriusi penyidik Polda.

“Semua laporan yang masuk pasti kami tindaklanjuti sesuai prosedur,”ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Bacaan Lainnya

Tak hanya Polda Sulut yang menyeriusi kasus ini, ternyata Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dikabarkan segera melakukan konfirmasi mengenai dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut. Hal itu dikatakan Kepala BKD Sulut, Femmy Suluh, kepada wartawan, Kamis (02/08).

Baca juga:  Polda Sulut Warning Penarikan Barang Sepihak dari Kreditur

Hal inii dimaksud untuk mencari tahu dugaan kasus ini sudah sejauh mana ditangani.

“Apakah SKPD yang bersangkutan sudah melakukan penjatuhan disiplin secara berjenjang sesuai kewenangan, atau sudah diproses secara hukum,” katanya.

Suluh menjelaskan, seharusnya ketika dugaan pemalsuan tanda tangan diketahui, lansung dilaporkan ke BKD, agar yang bersangkutan (ML) mendapat penjatuhan disiplin.

“Karena sudah diranah hukum, kita tunggu penetapan. Apakah dia (ML) jadi tersangka. Kalau dia (ML) sudah tersangka maka kita harus lakukan penjatuhan disiplin,” tandas Femmy Suluh.

Sementara itu, ML dengan tegas membantah telah melakukan pemalsuan tandatangan. Menurut ML, dirinya dilaporkan ke Polda Sulut karena telah melakukan tindakan pemalsuan tanda tangan di bulan Mei dan Juni 2018, oleh pejabat eselon IV dilingkup Diskop Sulut RP.

Baca juga:  Bankom Garda Sakti Manado Kantongi Izin dari Balmon

RP menuding ML telah menyalahkan gunakan wewenang dengan memalsukan tandatangan sesuai laporan bernomor STTLP/359.a/IV/2018/SPKT tertanggal 19 April lalu.
ML mengaku kalau dirinya sama sekali tidak pernah ada niat untuk melangkahi aturan apalagi melanggar hukum.

“Saya dituduh melakukan pemalsuan tandatangan sekarang saya perlu tanyakan apakah pelapor melihat secara langsung atau ada saksi yang melihat bahwa saya melakukan pemalsuan tandatangan sebagaimana yang dilaporkan,” tandasnya.(hng)

Pos terkait