Pelapor Sebut Ada 40 Tanda Tangan yang Diduga Dipalsukan

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado—Laporan dugaan pemalsuan dokumen di Diskop dan UKM Sulut, semakin berkembang. Menurut informasi dirangkum, dugaan pemalsuan mencapai puluhan tanda tangan.

“Yang saya tahu ada sekitar 40 tanda tangan. Itu sesuai laporan saya di Polda,” terang RP selaku pelapor, Senin (06/08).

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, dokumen yang dipalsukan sudah termasuk sejumlah kwitansi pembayaran.

“Disitu ada beberapa kwitansi, juga untuk pengadaan,” ungkap pelapor, sembari meminta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulut untuk menindaklanjuti laporannya.

Baca juga:  Tekan Pelanggar Lalulintas, Ditlantas Polda Sulut Terapkan Program E-Tilang

Diketahui, laporan ini dilayangkan RP, mantan Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Koperasi UKM Sulut di Polda Sulut sesuai STTLP/359.a/IV/2018/SPKT, tertanggal 19 April lalu. Terlapornya adalah perempuan berinisial (ML) selaku mantan bendahara di Dinas tersebut.

Materi laporan, dugaan pemalsuan tanda tangan oleh terlapor berlaku, 16 Mei dan 20 Juni 2017. Tanpa sepengatahuan dan ijin dari pelapor, diduga terlapor telah menandatangani sendiri sejumlah dokumen yang seharusnya ditandatangai sang pelapor.

Oknum pejabat ini diduga keras memalsukan tanda tangan pelapor dalam kwitansi perwabku, buktinya sudah dilampirkan. Dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ini nanti diketahui pelapor, 12 April 2018.

Sementara itu, ML dengan tegas membantah telah melakukan pemalsuan tandatangan. Menurut ML, dirinya dilaporkan ke Polda Sulut karena telah melakukan tindakan pemalsuan tanda tangan di bulan Mei dan Juni 2018, oleh pejabat eselon IV dilingkup Diskop Sulut, RP.

Baca juga:  Kabupaten Minahasa Resmi Miliki Pemimpin Baru

RP menuding ML telah menyalahkan gunakan wewenang dengan memalsukan tandatangan sesuai laporan bernomor STTLP/359.a/IV/2018/SPKT tertanggal 19 April lalu.

ML mengaku kalau dirinya sama sekali tidak pernah ada niat untuk melangkahi aturan apalagi melanggar hukum.

“Saya dituduh melakukan pemalsuan tandatangan, sekarang saya perlu tanyakan apakah pelapor melihat secara langsung atau ada saksi yang melihat, bahwa saya melakukan pemalsuan tandatangan sebagaimana yang dilaporkan,” tutur terlapor. (hng)

Pos terkait