Menu

Setelah Nyabu, Anggota Kartel Narkoba di Makassar Bakar Satu Keluarga Hidup-hidup

  Dibaca : 338 kali
Setelah Nyabu, Anggota Kartel Narkoba di Makassar Bakar Satu Keluarga Hidup-hidup
Warga menyaksikan rumah yang habis dibakar oleh Kartel Narkoba di Makassar (fto: detik)

indoBRITA, Makassar– Kartel narkoba di Indonesia makin menggila dan membabi buta.Di Makassar, Kartel Narkoba yang dipimpin Daeng Ampuh membakar satu keluarga hidup-hidup.

Pembakaran tersebut mengakibatkan 6 orang tewas terbakar di dalam rumah. Keenam orang itu adalah pasangan suami-istri Sanusi (70) dan Bondeng (65), anaknya, Musdalifa (30), Fahril (24), dan Namira (24), serta cucunya, Hijas, yang masih berusia 2,5 tahun.

Sebelum melakukan aksinya, Daeng Ampuh membentuk dua tim eksekutor. Dua tim ini bertugas untuk menagih dan membunuh

“Jadi Daeng Ampuh ini memerintahkan kepada 2 kelompok pelaku pembakaran,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar seperti dilansir dari detikcom, Selasa (14/8/2018).

Baca juga:  Wagub Kembali Minta Jaga Persatuan

“Informasinya, instruksi Daeng Ampuh adalah ‘ini pertama saya kasih duit Rp 500 ribu. Ini barang sabu pakai sebelum menagih’,” sambung Irwan menirukan kata-kata Daeng Ampuh.

Daeng Ampuh (foto: detik)

Kelompok pertama melalui Iwan Lili yang kemudian memerintahkan kepada saudaranya, yaitu Riswan. Riswan kemudian mengajak rekan-rekannya untuk menagih dan mencegat Fahri di Jalan Barukang dan memukulnya.

“Kelompok kedua adalah Andi Muhammad Ilham, dia juga ditugaskan menagih dan membakar rumah,” ucapnya.

Dia berharap kasus ini segera tuntas dengan tertangkapnya Appank yang saat ini masih dalam pengejaran. Appank masuk dalam kelompok kedua yang ikut melakukan pembakaran. “Dari luar, rumah ini disiram dengan bensin dan dibakar dengan api,” ujarnya.

Baca juga:  Bendahara Umum APKASI Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Palu

Enam Orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini dan 3 Diantaranya terancam dengan hukuman mati.

“Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 340 ayat 3 junto pasal 55 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” kata Irwan.

Tiga Orang yang terancam hukuman mati Andi Muhammad Ilham, Daeng Ampuh, dan Appang. Daeng Ampuh sebagai otak pembunuhan ini memberikan instruksi untuk membunuh Fahri dari dalam selnya di LP Makassar. (dtc/adm)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional