Menu

Aparat Halangi Warga dan LBH Manado Kibarkan Merah Putih

  Dibaca : 499 kali
Aparat Halangi Warga dan LBH Manado Kibarkan Merah Putih

indoBRITA, Manado –Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 diperingati secara serempak di seluruh Indonesia, Jumat  (17/8/2018). Peringatan ini juga hendak dilakukan warga eks Kampung Bobo yang menyatakan diri sebagai korban pengusuran berserta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado.

Sayangnya, kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih yang sudah dipersiapkan sejak beberapa hari itu, batal dilaksanakan karena dilarang aparat hukum.

Menurut warga, larangan pelaksanaan upacara memperingati Hari Kemerdekaan tidak hanya terjadi pada Jumat pagi tadi. Namun, sejak Kamis (16/8/18) malam  di saat warga bersama sejumlah perwakilan LBH Manado melakukan gladi resik.

Sebagaimana dijelaskan salah satu Presidium LBH Manado, Aryati Rahman melalui pres rilis yang diterima wartawan indoBrita, larangan serta tindakkan menghalang-halangi pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan yang dilakukan aparat gabungan TNI dan POLRI dilatarbelakangi isu adanya pengibaran bendera setengah tiang sebagai tindakan makar.

Baca juga:  Lagi, Pedagang Bersehati Tagih Janji Walikota dan Wawali Manado

“Kami sangat menyayangkan tindakan dari oknum aparat dan pemerintah tersebut. Upacara kemerdekaan itu hak semua warga negara untuk memperingati hari lahirnya bangsa Indonesia, termasuk warga eks Kampung Bobo yang digusur berhak menggelar upacara tersebut,” sesal Aryati.

Lebih lanjut dikatakan wanita yang dikenal vokal ini, jika nantinya dalam prosesi upacara terdapat variasi lain, hal itu semata-mata inisiatif warga bersama LBH Manado yang merupakan antitesis dari narasi kemerdekaan penguasa.

Menurutnya, upaya-upaya yang dilakukan warga untuk mempertahankan rumah tempat bernaung hidup selalu dilakukan, termasuk diantaranya mengadu ke pemerintah daerah. Tapi apa daya, penguasa tidak pernah berpihak pada rakyat jelata.

Baca juga:  AKBP Putu Mahayana Dimutasi

Dikatakannya lagi, warga korban penggusuran kampung Bobo adalah 1 contoh saat kita memperingati 73 tahun Indonesia merdeka yang dirasakan bukan sama rata-sama rasa melainkan merasakan dunia sama ratap-sama tangis.

“Atas alasan itulah kami bersama warga korban penggusuran kampung bobo tadinya hendak menggelar Upacara Bendera sebagai simbol bahwa kami belum benar-benar merdeka, namun sangat disayangkan oknum aparat menghalang-halangi kami,” tegas Aryati dengan suara lantang. (lbh/red)

Berita Selanjutnya: Ini Alasan Aparat Larang Warga & LBH Manado Gelar Upacara

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional