Menu

Semarak HUT ke-73 RI Tingkat Provinsi Sulut Luar Biasa

  Dibaca : 462 kali
Semarak HUT ke-73 RI Tingkat Provinsi Sulut Luar Biasa
IndoBRITA, Manado – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menghadirkan berbagai kegiatan.
Diantaranya, gerak jalan 17 kilometer (km), 8 km dan 45 km.
Pemprov Sulut juga melakukan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado yang dilaksanakan pada malam tanggal 16 Agustus. Untuk tahun 2018 ini memang sengaja dikemas sedemikian rupa, menjadi luar biasa, beda dari tahun-tahun sebelumnya.
Buktinya, pada 17 Agustus 2018 Pemprov Sulut mengemasnya secara meriah. Untuk upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan KONI Sario Manado, yang biasanya menjadi tempat untuk berolahraga, disulap dengan sejumlah tenda yang dihiasi dengan bendera merah putih dan layar besar. Lapangan itu pun berubah seperti yang ada di Istana Kenegaraan, biasa digunakan Presiden saat pengibaran bendera.
Pada upacara ini bertindak sebagai inspektur adalah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, sementara untuk pembaca teks proklamasi Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrei Angouw. Sedangkan Komandan upacara pada pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi adalah Letkol Inf Kusnandar Hidayat.
Hadir pula dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua PKK Sulut dr Kartiva Devi Kandouw-Tanos, Ketua Dharma Wanita Sulut Ivonne Silangen-Lombok. Dan sejumlah pejabat eselon II, para ASN dan THL lingkup pemprov. Sera para personil gabungan TNI/Polri dan para pelajar.
Masyarakat Bumi Nyiur Melambai juga diikutsertakan dalam detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dan penurunan bendera yang dilaksanakan di Lapangan KONI Sario Manado. Usai penurunan, dilanjutkan dengan agenda tost kenegaraan.
Pada acara tost tersebut, masyarakat ikut dijamu dengan berbagai kuliner dari gerobak-gerobak yang dijual oleh pedagang kaki lima. Namun, untuk moment tersebut masyarakat tak perlu merogoh kocek alias gratis. Pasalnya, seluruh gerobak yang ada di dalam lapangan sudah ditanggung panitia. Terpantau, berbagai menu yang disiapkan, antara lain ketoprak, nasi goreng, mie bakso, soto ayam, rujak dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, publik juga dihibur dengan artis ibukota, Krisdayanti, usai upacara penurunan bendera. Penyanyi yang terkenal dengan lagunya ‘Pilihlah Aku’ itu dihadirkan untuk masyarakat lewat pesta rakyat. Selain Krisdayanti, panitia juga enghibur masyarakat lewat artis lawas Victor Hutabarat dan Igo Idol.
Sebelumnya, juga pada pesta rakyat ini ditampilkan Marching Band dan 400 orang Tarian Masamper.
Gubernur Olly Dondokambey pada acara pesta rakyat tersebut menyampaikan bahwa kegiatan resepsi dan pesta rakayat ini telah menyatukan kita dalam kebersamaan. Lebih dalam lagi Gubernur Olly melihat kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa.
“Kemenangan yang kita nikmati kali ini adalah anugerah Tuhan yang paling indah,” sahut gubernur dihadapan tamu undangan dan masyarakat Sulut yang hadir.
Sejalan dengan itu, Gubernur Olly berharap agar masyarakat Bumi Nyiur Melambai dapat bergandengan tangan, bersatu padu, bahu membahu dalam mengisi kemerdekaan di daerah ini.
Tak lupa pula orang nomor satu di Sulut ini mengajak kepada semua lapisan masyarakat yang hadir agar tetap bergandengan tangan dalam menjaga NKRI.
“Saya mengajak kepada semua hadirin untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan,” tukas Olly.Usai pengibaran bendera, gubernur menggelar acara ramah tamah dengan keluarga pahlawan, perintis/janda perintis kemerdekaan dan veteran di Eks-Kantor DPRD Sulut, Jumat (17/08/2018) siang.
Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengatakan, terlaksananya pertemuan yang bertepatan dengan peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 itu sebagai wahana untuk menunjukkan penghormatan kepada para perintis kemerdekaan dan keluarganya serta kepada para veteran di Sulut.
“Sekaligus sebagai momentum bagi kami generasi penerus, untuk menjaga jalinan hubungan emosional, serta kekeluargaan dengan para keluarga pahlawan, dan para veteran,” ucap Olly.
Olly menambahkan kemerdekaan yang masyarakat rasakan saat ini, merupakan kemerdekaan yang diperoleh melalui keringat, darah, dan air mata, bahkan nyawa para pahlawan serta veteran pejuang kemerdekaan.
“Para pahlawan dan para veteran, senantiasa mendapatkan tempat dan penghormatan tersendiri dalam lembaran sejarah bangsa, maupun dalam struktur kehidupan sosial masyarakat Indonesia, yakni sebagai; suri teladan, tokoh yang dihormati, sekaligus sosok bagi kami selaku generasi penerus untuk terus belajar, menimba pengalaman dan wawasan, utamanya terkait jiwa patriotisme dan semangat perjuangan,” ungkap Olly.
Menariknya, Olly juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang sangat memperhatikan kesejahteraan seluruh veteran di Indonesia dengan menaikkan tunjangan kehormatan veteran sebesar 25 persen.
Adapun kenaikan tunjangan kehormatan veteran tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2018 yang diteken Jokowi pada 18 Juli lalu.
“Kenaikan tunjangan ini adalah bukti kehadiran pemerintah di tengah veteran. Pemerintah sangat memperhatikan para veteran,” beber Olly.
Lebih jauh, Olly juga menyebut rencana Pemprov Sulut untuk merenovasi markas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sulut di Bumi Beringin pada tahun 2019.
Sebelumnya, Olly juga menyerahkan tanda kehormatan berupa bintang LVRI kepada Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw karena dinilai telah membaktikan diri dalam mengisi kemerdekaan. Selain itu, Olly juga memberikan bantuan kepada seluruh veteran yang mengikuti kegiatan ramah tamah.
Adapun, pertemuan itu turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur DrsnSteven OE Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan Ketua LVRI Sulut Kolonel (Purn) Boyke Kambey.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memimpin upacara pemberian remisi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado, Jumat (17/08/2018) pagi.
Secara simbolis, Gubernur Olly menyerahkan SK pemberian remisi kepada 3 perwakilan warga binaan Lapas. Terdapat 587 narapidana di Lapas Manado yang mendapatkan remisi umum HUT RI ke-73. Dari jumlah tersebut 5 diantaranya dinyatakan bebas. Menariknya, warga binaan lapas yang telah bebas dari masa tahanan itu juga mendapatkan bantuan biaya transportasi dari Olly untuk pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.
Dalam arahannya, Gubernur Olly yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan bahwa gelora semangat untuk mengisi kemerdekaan tentunya harus menjadi segenap lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan. “Meskipun secara hukum mereka dirampas kemerdekaannya, namun itu hanyalah kemerdekaan fisik semata karena sesungguhnya mereka tetap memiliki kemerdekaan untuk terus berkarya,” ujar Olly.
Lanjut Olly, hal itu dibuktikan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para narapidana, diantaranya adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Pasukan Merah Putih Narapidana di Lapas-Lapas di Seluruh Indonesia. Mereka melakukan pembangunan fasilitas umum di sekitar mereka sebagai bentuk rekonsiliasi dan permintaan maaf mereka atas disharmonisasi yang telah terjadi antara mereka dengan masyarakat. Terkait pemberian remisi kepada warga binaan lapas, Olly menegaskan bahwa remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan karena telah diatur secara legal formal dalam pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
“Remisi diberikan sebagai wujud apresiasi pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disiplin, lebih produktif, dan dinamis. Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukumnya, akan tetapi didasarkan pada perilaku mereka selama menjalani pidana,” ungkap Olly.
Untuk diketahui, remisi dapat dipandang sebagai sebuah instrumen yang penting dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, yaitu dalam kerangka untuk memberikan stimulus bagi narapidana agar selalu berkelakuan baik. Dalam tataran yang demikian dapat dikatakan bahwa remisi merupakan alat untuk memodifikasi perilaku narapidana. Karena, jika mereka tidak mempunyai perilaku baik maka hak remisi tidak akan diberikan.
Sementara Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw pada Kamis (16/08/2018) malam telah melangsungkan Apel Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kairagi Manado yang dipimpin Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang diikuti peserta dari unsur TNI-Polri, jajaran Pemprov Sulut, tokoh agama dan masyarakat hingga siswa Pramuka.
“Perjuangan para pahlawan harus dapat kita maknai dalam membangun dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Wagub Kandouw.
Sedangkan Pangdam Mayjen TNI Tiopan Aritonang berpesan para pemuda untuk terus berjuang membangun bangsa. “Para pemuda harus memaknai perjuangan para pahlawan agar dapat mengisi kemerdekaan dengan membangun bangsa,” tegas Pangdam Aritonang. Adapun kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Sosial Pemprov Sulut.
“Syukurlah kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar,” ungkap Kadis Sosial Sulut dr Rinny Tamuntuan.(advetorial/humaspemprovsulut)
Baca juga:  Gubernur Olly Ikuti Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2020, Berikut Pesan Presiden Jokowi
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional