HUT ke-39 SMKN 1 Bitung Gelar Job Matching

  • Whatsapp
Pemukulan Tetengkoren tanda dimulainya Job Matching di SMKN 1 Bitung.(foto: Yefta)

indoBRITA, Bitung- SMKN I Bitung merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 yang diisi dengan sejumlah kegiatan termasuk pembukaan Job Fair atau Job Matching yang dihadiri oleh Lenda Kalalo Kepala Subdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri (Lasjurin) Direktorat Pembinaan SMK yang digelar di lapangan upacara SMKN 1 Bitung, Rabu (5/9/18).

Job Matching yang juga dihadiri Koordinator Pengawas Guru SMA dan SMK Provinsi Sulut Hermanus Bawuoh, Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulut Paulus Tamaka dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulut wilayah Bitung-Minut Jarina Bukidz serta Ardi dari portal topkarir.com ini diawali dengan pemukulan tetengkoren tanda dimulainya kegiatan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kasek SMKN 1 Bitung Treesia Tengker mengutarakan, Grand Opening pemasaran lulusan SMK di Bitung kali ini memang dirangkaikan dengan HUT ke-39 SMKN 1 Bitung dan pihaknya bekerja sama dengan SMK Aliansi yang ada di Bitung masing-masing SMKN 2  Bitung, SMKN 4 Bitung, SMKN 5 Bitung, SMKN 6 Bitung dan SMK Garuda.

Baca juga:  Diskusi Empat Mata dengan Staf Presiden, Tumbelaka Bicarakan Isu Daerah

“Job Matching ini merupakan program bantuan dari Direktorat Pembinaan SMK dengan anggaran sebesar Rp150 Juta yang telah dimulai sejak bulan Juni yang lalu dengan proses koordinasi dengan lima sekolah Aliansi yang ada di Bitung,” ujarnya.

(Pemasangan lilin HUT ke-39 SMKN 1 Bitung oleh Kasek Treesia Tengker bersama guru-guru dan Tata Usaha)

Selain itu, menurut Tengker, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan 59 Dunia Usaha dan dunia Industri diantaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang mengaku membuka ratusan lowongan pekerjaan, Mega Mall Manado, PT Salim Ivomas, Pelindo, Ibis Hotel dan beberapa dunia usaha lainnya.

“Halangan kami di Kota Bitung ketika kami menghubungi pihak industry perikanan rata-rata HRD mereka mengaku saat ini mereka tidak bisa lagi merekrut tenaga kerja bahkan berniat melakukan pengurangan karena kekurangan bahan baku dengan berhentinya kapal-kapal ikan beroperasi,” sebutnya.

Sementara itu, Lenda Kalalo mewakili Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan mengatakan

SMK merupakan jalur pendidikan formal yang menghasilkan tenaga siap kerja dan dituntut harus reasponsif terhadap dunia usaha dan industri. “Penyiapan strategi melibatkan seluruh pemangku kebijakan dan di tahun 2018 ini, tercatat jumlah lulusan SMK sebanyak 1,5 Juta orang yang akan muncul masalah jika tidak terserap dalam dunia usaha atau dunia Industri,” bebernya.

Baca juga:  Tuntut Kasus Pengeroyokan Diusut, Puluhan Warga Wangurer Barat Datangi Polres Bitung

Program ini, lanjut Kalalo dilakukan di 50 SMK terpilih di seluruh wilayah Indonesia yang salah satunya adalah di SMKN 1 Bitung.

“Upaya ini semestinya menjadi bagian tidak terpisahkan dan program ini hanya sebagai trigger dan diharapkan bisa berkesinambungan,” imbuhnya.

Ritna David, Ketua Panitia Job Matching mengaku walaupun SMKN 1 Bitung sempat mendapat musibah terbakarnya sejumlah ruang kelas namun kegiatan ini disyukuri bisa berjalan tanpa halangan.

“Tim job matching ada 10 orang berjuang bekerja keras melalui proses koordinasi meski harus pulang malam. Ada 59 dunia usaha yang dikoodinasikan dan Puji Tuhan ada 9 dunia usaha yang membuka kesempatan lowongan pekerjaan,” tukasnya.

Sebelum proses wawancara antara para lulusan SMK dengan pihak dunia usaha, dilakukan peniupan lilin Ulang Tahun dipimpin oleh Kasek Treesia Tengker bersama guru-guru dan tata usaha kemudian dilanjutkan dengan pentas tari cakalang dan tari Kabasaran.(yet)

Pos terkait