Heboh !!! 53 Hukumtua Diperiksa Kejari Tondano Terkait Lampu Solar Cell

  • Whatsapp
(Foto : Ist)

indoBRITA, Minahasa- Program Pemerintah R.I untuk membangun infrastruktur di Desa merupakan suatu hal yang sangat dirindukan Masyarakat, Mulai dari pembuatan saluran, jalan umum, penerangan dan sebagainya yang sudah termasuk program nawacita oleh Pemerintah melalui Kementerian Pedesaan yang sudah trealisasi sejak tahun 2015 di seluruh Indonesia.

Namun sungguh disayangkan hal yang sangat menghebohkan terjadi ketika pihak Kejaksaan Negeri Tondano beberapa waktu lalu melayangkan surat panggilan kepada sejumlah hukumtua di 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa untuk dimintai keterangan terkait pengadaan lampu solar cell atau tenaga surya yang dibeli dengan menggunakan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN pada tahun 2017 hingga saat ini belum terpasang.

Kepala Kejaksaan Negeri Tondano melalui kasi intel Aprianto Sihombing SH, pada Rabu (5/9/2017) pukul 17:00 ketika ditemui wartawan indoBRITA.co diruang kerjanya akhirnya menjelaskan bahwa ” Iya benar, 53 Hukumtua di 5 Kecamatan sudah kami mintai keterangan terkait masalah lampu solar cell tahun 2017 yang hingga saat ini belum terealisasi, dari jumlah 53 desa ini diduga kurang lebih 5 milyar kerugian negara dan tentunya para hukum Tua selaku Kuasa Pengguna Anggaran harus mempertanggungjawabkannya, akan tetapi dalam hal ini pihak kami sementara melakukan penyelidikan, apabila nantinya terbukti bersalah maka akan kami tindak sesuai undang undang Tipikor” Tegas Sihombing.

Baca juga:  Virus ASFV Gegerkan Warga, Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Sangihe

Ditambahkannya, Kasus Solar Cell yang menimpa 53 Hukum Tua di 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Mandolang, Kecamatan Tombariri, Kecamatan Tombariri Timur, Kecamatan Pineleng dan Kecamatan Tombulu”

Seperti diketahui, ke 53 hukum tua sudah menandatangani kwitansi pelunasan barang dari penyedia jasa, namun sudah setahun ini barang berupa solar cell tidak pernah ada.

“Apa kita harus biarkan saja uang Negara yang 5 miliar ini tampa harus ada yang bertanggungjawab, saya berharap agar masyarakat mempercayakan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak Kejaksaan, dan kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan atau penyelidikan untuk para Hukumtua yang terlibat dan akan masih terus berlangsung hingga sampai menemukan titik terangnya” tutup Sihombing.

Baca juga:  Sopir Angkot Pelaku Penikaman Diamankan Timsus Tarantula Polres Minahasa
Salah Satu Pengurus Forsa Sulut Glen Worek (Foto : Haris)

Sementara itu, direktur eksekutif “Forum Organisasi bersama Sulawesi utara ” Novie ngangi SE meminta pihak Kejari Tondano untuk tetap seriusi kasus solar’cell di Kabupaten Minahasa, dan dalam penjelasan lain Glen Worek selaku pengurus Forum organisasi bersama Sulut menekankan dalam penjelasanya bahwa “Kasus yang sementara didalami oleh pihak Kejari Tondano ini adalah satu hal yang sangat serius ditingkat masyarakat, karena selain memakai anggaran negara yang dialokasikan lewat Dana Desa DD yang menurut dugaan kemungkinan besar pengadaan solar’cell ini ada pihak – pihak lain yang me motori sehingga sejumlah Desa di Kabupaten Minahasa mengambil lampu penerangan solar’cell ini kepada perusahaan CV Berkat Abadi, Saya harapkan dan meminta pihak Kejaksaan Negeri Tondano selaku lembaga hukum agar dapat mengungkap sesuai mekanisme hukum” ujar Worek.(Har)

Pos terkait