BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan Dan Kebakaran Lahan

  • Whatsapp

Foto : warga Kecamatan Sibarut memanfaatkan sumber air bersih seadanya.

IndoBRITA,Sitaro – Menghadapi dampak kekeringan di bumi Karangetang Mandolokan dan Kolo-Kolo, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan.

Bacaan Lainnya

Status siaga ini, menurut Bupati Toni Supit SE MM melalui Plt Kepala BPBD Sitaro Bob C Wuaten ST, di tetapkan selama kurang lebih 60 hari lamanya.” Sejak tanggal 3 September hingga 30 Oktober 2018,” ujarnya.

Baca juga:  Bogar Lantik Takarendehang sebagai Kapitalau Kampung Bawo

Selain itu, tindakan lain yang diupayakan pemerintah daerah untuk meminimalisasi dampak ini, Wuaten menambahkan yakni dengan melakukan identifikasi wilayah yang memiliki dampak paling parah.
” Setelah kita identifikasi, langsung kita salurkan persedian air bersih yang menjadi kebutuhan warga,” jelasnya.

Selanjutnya ia menghimbau kepada seluruh pimpinan wilayah yakni Kapitalau, agar segera melaporkan apabila ketersedian air bersih di wilayahnya sudah tidak ada. ” Selain masalah air bersih, kita juga telah mengeluarkan himbauan agar jangan membakar lahan karena rentan terjadi kebakaran,” lugas Wuaten. (Lie)

Baca juga:  Bupati Hadiri HUT ke-64 Jemaat Filadelfia Kuluhe

Pos terkait