PAMI Perjuangan Desak Kapolda Tutup PETI di Desa Bakan

  • Whatsapp
Jefrey Sorongan (foto: jefrey fb)

IndoBRITA, Manado– Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Perjuangan Sulut.

Ketua PAMI Jefrey Sorongan menilai Kepolisian pilih kasih dalam melakukan tindakan penertiban pertambangan di Desa Bakan. Sorongan mendesak Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito mengambil langkah tegas, agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kontribusi Perempuan di DPR Belum Penuhi Harapan

“Kalau perlu Kapolda Sulut mencopot Kapolres dan Kapolsek. Sebab sebelumnya sudah ada kesepakatan penutupan tambang emas ilegal ini yang dilakukan berdasarkan hasil pertemuan beberapa hari lalu antara warga, Kapolres Bolmong, Dandim 1303 Bolmong serta pihak Pemkab,” kata Sorongan.

Ia menambahkan, aktivitas PETI harus dihentikan pasalnya terjadi kerusakan lingkungan di lokasi tersebut. Selain itu tidak sedikit para penambang yang meninggal di lokasi PETI karena tertimbun longsor.

“Bahkan permintaan warga itu dibubarkan aparat Kepolisian dari Polsek Lolayan tidak diindahkan. Sejumlah anggota Polisi yang mendatangi lokasi, diduga dipimpian oknum Kapolsek malah marah dan langsung mendesak warga untuk membuka akses jalan menuju lokasi PETI sehingga nyaris terjadi kontak fisik,” jelas Sorongan.

Baca juga:  Instruksi Kapolri ke Jajaran saat PPKM Level 4: Akselerasi dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Sementara itu Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan tegas mengatakan bahwa semua tambang di lokasi tersebut sudah ditutup.

“Buktikan bilamana ada oknum polisi menerima upeti. Saya akan tindak tegas,” singkat Kapolres. (hng)

Pos terkait