Reses di Sungai Bambu, Steven Setiabudi Musa Beber Program KJP dan BPJS Plus

  • Whatsapp
Anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa bedialog dengan warga Sungai Bambu (foto: tba)

indoBRITA, Jakarta- Masa reses anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/9/2018) sore, berlangsung meriah. Reses yang merupakan kewajiban dari anggota dewan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat itu diikuti ratusan warga dari beberapa RW di lingkungan Kecamatan Sungai Bambu.

Steven mengutarakan kebahagiannya dapat bertatap muka dengan warga di lingkungan RW 06 hingga 08 Sungai Bambu. “Ini pertama kalinya saya melaksanakan reses di sini, dan tentunya bukan yang terakhir,” ujar politisi muda PDI Perjuangan itu, yang disambut tepuk tangan ratusan warga.

Bacaan Lainnya

Setelah memperkenalkan diri Steven kemudian menjelaskan perihal reses sebagai salah satu kewajiban yang harus dijalaninya sebagai wakil rakyat warga di DPRD DKI Jakarta, dengan kampanye. “Reses untuk mengetahui permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat, tidak boleh memakai atribut partai sebagaimana saat kampanye,” terang anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat.

Baca juga:  Dana Pribadi, Koloay dan Lelengboto Berbagi Kasih Kepada Warga Terdampak Covid 19

“Komisi saya membawahi masalah kesehatan, pendidikan dan olahraga,” jelas Steven, yang kini menjadi caleg PDI P nomor urut 5 di daerah pemilihan Jakarta Utara 3 yang meliputi tiga kecamatan; Penjaringan, Pademangan dan Tanjung Priok.

Steven menjelaskan berbagai hal yang menjadi tanggung-jawab Komisi E. Misalnya, mengenai BPJS, yang belakangan ini tengah menjadi sorotan wakil rakyat baik di parlemen pusat dan ibu kota.

Dia juga menerangkan upaya komisinya dalam menggolkan anggaran perubahan, dan bagaimana dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) bisa maksimal penyerapannya untuk kepentingan masyarakat. “Dana APBD itu asalnya dari masyarakat juga, yang harus dikembalikan ke masyarakat untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan taraf hidup, kesejahteraan maupun pendidikan,” Steven menjelaskan.

Disebutkannya, alokasi APBD DKI Jakarta untuk tahun 2019 lebih besar dari tahun 2018 ini. “Sekarang ini Rp77 triliun, sementara tahun depan Rp82 triliun,” terang Steven.

Kepada para warga Steven kemudian menjelaskan soal BPJS dan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Terkait BPJS Plus, Steven menyebut jika anak-anak yang tidak bersekolah bisa diupayakan juga, tetapi kalau sudah dapat harus melanjutkan sekolah atau proses pendidikannya.

Diadakannya BPJS Plus merupakan salah satu keberhasilan Komisi E dalam upaya meningkatkan penyerapan dana APBD oleh masyarakat. Juga terkait rehabilitasi sebanyak 107 sekolah di DKI Jakarta, dengan dana sekitar Rp.1.7 triliun.

Baca juga:  Proyek Gazebo di Talaitad Utara Rp 200 Juta Jauh Dari Harapan

Steven juga mengurai keberhasilan komisinya terkait pemberian bonus dari Pemprov DKI Jakarta kepada atlet-atlet terbaik DKI Jakarta yang mengharumkan nama bangsa di Asian Games XVIII/2018. Ratusan atlet asal DKI Jakarta menjadi tumpuan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 ini. Atlet DKI Jakarta yang menyumbang medai emas mendapat tambahan bonus Rp.750 juta, perak Rp.300 juta sementara perunggu Rp150 juta.

Steven menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta semula bersikeras memberikan tambahan bonus untuk peraih medali emas sebesar Rp300 juta. “Kami ngotot agar Pemprov meningkatkan jumlah bonus tersebut, karena dananya memang ada,” tegas Steven.

Dalam dialog dengan warga, Steven banyak ditanya soal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Steven menjelaskan, ada

ada anggaran Rp80 miliar untuk PAUD. “Itu belum seluruhnya dieksekusi,” katanya. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru PAUD.

Steven menjelaskan bahwa tahun silam dari keseluruhan anggaran yang dialokasikan untuk PAUD penyerapannya hanya separohnya. Juga dana untuk tunjangan transport untuk guru-guru PAUD. Dari sekitar 5000 PAUD di seluruh Jakarta, baru sekitar 3000 yang disebutkan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan. (drl/adm)

Pos terkait