Bupati Tetty Siap Buka Festival Potato di Minsel

  • Whatsapp
Wakil Bupati Kab. Minahasa Selatan Franky D. Wongkar, SH Mewakili Bupati DR. Christiany E. Paruntu, SE Menghadiri RAPAT PARIPURNA DPRD KAB. MINAHASA SELATAN Dalam Rangka : 1. Pembicaraan Tkt. Kedua Terhadap Ranperda Kab. Minahasa Selatan Tentang Perubahan APBD TA. 2018 2. Pembicaraan Tkt. Kedua Terhadap Ranperda Kab. Minahasa Selatan Tentang Kawasan Tanpa Rokok 3. Pembicaraan Tkt. Kedua Terhadap Ranperda Kab. Minahasa Selatan Tentang Hibah Kepada Daerah. Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua Dekab Minsel Rommy Pondaag, MH dan dihadiri juga oleh Ketua Dekab Minsel Jenny J. Tumbuan, Sekda Minsel Drs. Danny H. Rindengan, Pabung Minsel Jemmy Lotulung, Perwakilan Polres Minsel, Asisten I Drs. Handri Sondakh, Para Anggota Dekab Minsel dan Sejumlah Pimpinan SKPD Minsel ( Sabtu, 29/09/2018 ).
Festival Potato tahun 2017

indoBRITA, Modoinding – Festival Potato di Modoinding tahun 2018 siap dilaksanakan kembali. Bahkan, ajang tahunan ini untuk lebih memperkenalkan holtikultura Modoinding, yang telah diakui dikenal dengan lumbung kentang tersebut telah memasuki tahun kelima.

Berkat Tuhan tersebut, maka petani holtikultura Modoinding mengaku siap melaksanakan Festival Potato. Festival Potato tersebut akan dilaksanakan tanggal 13 Oktober 2018 mendatang. Dan bupati DR (HC) Christiany Eugenia Paruntu, SE mengaku siap membukanya.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana Festival Potato di Modoinding Harli Jones Kaseger, SE membenarkan hal diatas. ‘’Benar, puncak acaranya akan dibuka oleh bupati Minsel Tetty Paruntu. Seperti diketahui, Festival Potato di tahun kelima ini akan diikuti seluruh desa se-kecamatan Modoinding.

Baca juga:  Press Conference kasus cabul oknum guru, Gelar perkara MMT ditetapkan tersangka

Juga, selain warga GMIM, panitia juga mengundang gereja lain di Modoinding untuk ikut berpartisipasi dalam ajang diatas,’’kata Kaseger. Kaseger juga menjelaskan, bahwa tahun 2017 lalu, festival ini sukses namun hanya diwakilkan 10 jemaat di wilayah Modoinding. Memang, dari tahun pertama hingga keempat hanya GMIM saja yang menggelarnya. Tapi, tahun 2018 ini semua keterwakilan golongan agama diwajibkan untuk ikut serta.

‘’Oleh sebab itu, pihaknya berharap peran serta warga GMIM dan gereja lainnya di Modoinding untuk ambil bagian. Termasuk, kata Kaseger pihaknya mengundang sejumlah perusahaan yang tergabung di BUMN/BUMD di Manado untuk menjadi peserta ajang tahunan diatas,’’sebut calon legislative dapil 3 Modoinding, Maesaan dan Tompasobaru ini.

Baca juga:  Bupati CEP Serahkan Insentif 628 Hamba Tuhan di Minsel

Ditambahkannya, saat ini pihaknya sedang menunggu kedatangan bupati CEP untuk menggelar audensi terkait acara diatas. ‘’Semoga audensi dengan bupati akan berjalan lancer dan berhasil dengan baik. Kaseger juga mengaku, bahwa festival diatas adalah satu-satunya di Indonesia. Dan tahun 2019 akan digelar se-Indonesia,’’tambah mantan anggota DPRD Minsel yang juga pengusaha sukses ini. (ape)

Pos terkait