Menu

Tanpa Sekat, Steven Musa Berbagi Cerita dan Dengar Keluh Kesah Warga Kali Adem

  Dibaca : 170 kali
Tanpa Sekat, Steven Musa Berbagi Cerita dan Dengar Keluh Kesah Warga Kali Adem
Anggota DPRD DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa (kedua dari kanan) sebelum reses dimulai ke Kawasan Kali Adem (fto: TBA)

indoBRITA, Jakarta-Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa menggelar reses di kawasan Kali Adem, Keluragan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (1/10/2018) sore.

Dihadapan ratusan warga dari perwakilan beberapa RT di RW 022 di Kelurahan Pluit yang sebagian besar keluarga nelayan itu Steven mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat berada di tengah-tengah mereka. “Saya juga dari keluarga yang hidup dari laut,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Reses Steven Musa ini dihadiri pula oleh pewakilan dari Kelurahan Pluit, H.Eddy Kuswanda. Kepala Seksi Lingkungan Hidup Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, ini meminta warga untuk tidak sungkan mempertanyakan berbagai masalah.

Steven mengurai tentang reses yang dilakukannya sore ini. Reses ketiga tahun anggaran 2018.” Reses adalah kewajiban anggota dewan untuk menyapa dan menyerap aspirasi warga,” terangnya

Steven bersyukur dapat bertemu dengan warga.Tanpa sekat, ia bisa berbagi cerita dan  mendengar  keluh kesah warga. “Silaturahmi memang diutamakan oleh agama, “ ucap putra asli Sulawesi Utara itu

Baca juga:  Temui Warga di Jalan, Steven Musa Himpun Berbagai Permasalahan

Steven menjelaskan berbagai hal terkait bidang yang dibawah tanggung jawabnya di Komisi E DPRD DKI Jakarta, yang membawahi masalah kesehatan, kebersihan dan pendidikan. Ia, misalnya, mengurai masalah rumah sakit dan BPJS. “Dari 44 kecamatan di DKI Jakarta masih sedikit yang sudah memiliki RSUD,” paparnya. Kedepannya itu tentu harus diutamakan.

Steven senang karena dapatr bersilaturahmi dengan warga, apalagi sebagian besar ibu-ibu, karena mereka yang lebih memahami persoalan dalam rumah tangganya.

Dalam sesi tanya jawab seorang ibu menyampaikan keluhannya terkait BPJS. “Dokternya memang gratis tetapi obatnya tetap harus bayar dan cukup mahal,” kata ibu Rita dari RT O11 RW 022, Kelurahan Pluit.

“Ibu Rita jangan khawatir karena mulai Oktober ini obat tidak bayar lagi kecuali beberapa jenis yang ditentukan oleh dinas,” jawab Steven Musa.

Baca juga:  Steven Musa Ingatkan Anies Baswedan Soal Pemanfaatan APBD

Uyin, seorang warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, bertanya tentang visi dan misi Steven untuk terpilih kembali sebagai anggota dewan pada Pileg 2019.

Menjawab pertanyaan itu Steven menegaskan kembali bahwa ia sedang melakukan reses, bukan kampanye. Pada reses, katanya, ia tidak membawa atribut partai. “Contohnya, saya tidak boleh mengatakan, saya Steven Setiabudi Musa, caleg PDIP nomor urut 5 di Dapil 3 Jakarta Utara,” papar Steven yang disambut tawa para warga.

Steven senang dihadiahi pin dari perusahaan online Uyin. Steven menyatakan kemudian akan memberikan Uyin dan rekannya helm yang tentu sangar bermanfaat untuk Uyin.

Bukan sekadar kebetulan jika Steven memang sedang membuat helm, yang antara lain bertuliskan “SSM5#SejutaKasihuntukJakarta. (adm)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional