Izin Pangkalan Minyak Tanah Nakal Bakal Dicabut

  • Whatsapp
Kepala Bagian ekonomi setda Johanis Pilat. (Foto: Nelti)

indoBRITA, Sangihe – Meski sudah diawasi ketat oleh pemerintah, pangkalan-pangkalan Minyak Tanah (MT) nakal masih marak di kota Tahuna yang sengaja mengambil keuntungan dari Harga Enceran Tetap (HET).

 

Bacaan Lainnya

Buktinya, beberapa pangkalan di Kelurahan Bungalawang yang menerapkan harga lebih dari HET, ukuran liter yang tidak genap dan pengambilan minyak tanah hanya diberikan waktu dua sampai tiga jam.

Baca juga:  Sangihe Miliki Taman Bawa Laut, JEG : Terimakasih BankSulutGo

 

“Masyarakat yang tidak sempat ambil jatah minyak tanah dan sudah lewat sehari langsung dinyatakan hangus pada hal ketentuan pangkalan waktu pengambilan selama 3 hari,”  ungkap salah satu warga Tahuna.

 

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Johanis Pilat, Senin (8/10/18) menegaskan HET harus diberlakukan dan tidak ada alasan bagi pangkalan untuk menambah, termasuk dengan istilah hangus, atau warga yang telah terdaftar di pangakalan tidak akan mendapat jatah bila sudah lewat beberapa jam belum mengambilnya.

 

”Tidak ada alasan untuk menaikkan HET dan istilah hangus, karena warga yang memiliki nama di pangkalan punya hak jatah minyak tanah,” kata Pilat.

Baca juga:  Basarnas Manado Evakuasi Manamuri Usai Jatuh Dari Kapal Laut

 

Dirinya memastikan pihaknya akan turun lapangan menindak lanjuti keluhan warga dan siap memberlakukan sanksi tegas bila ada pangkalan yang tidak mengindahkan ketentuan.

 

”Kami akan turun bersama ke pangkalan dan akan diberi peringatan, kalau tidak mau berubah, pasti akan diberi sanksi hingga pencabutan ijin,” kuncinya.(nty)

Pos terkait