Menu

Pemerintah Tunda Kenaikan BBM, Waketum Gerindra: Pencitraan Banget

  Dibaca : 372 kali
Pemerintah Tunda Kenaikan BBM, Waketum Gerindra: Pencitraan Banget
Pengisian BBM pada salah satu SPBU (foto: ist)

indoBRITA, Jakarta – Rencana kenaikan harga BBM jenis premium sejak Rabu (10/10/2018) pukul 18.00 WIB akhirnya ditunda. Penundaan itu disyukuri sebagian kalangan, terutama warga kurang mampu.

Sementara Partai Gerindra melalui Wakil Ketua Umum DPP Arief Poyono menyebut penundaan itu sebagai upaya pencitraan.

“Kangmas Joko Widodo panik. Udah naikin BBM Premium subsidi belum sejam dibatalin lagi, ha ha ha, pencitraan banget,” ujar Waketum Gerindra Arief Poyuono kepada wartawan seperti dilansir detik.com

Arief juga menuding ditundanya kenaikan BBM premium karena Jokowi jaga image (jaim). Ia lalu mengkaitkan kebijakan penundaan ini dengan Jokowi sebagai capres nomor urut 01 yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin.

“Pembatalan kenaikan BBM Premium sebagai bentuk pribadi Joko Widodo yang jaim dan takut nggak populis. Sebab sudah dekat dekat Pilpres ya,” ucap Arief.

Baca juga:  Usai Daftar di Demokrat, Karinda Cs Minta Kandoli Segera Sosialisasi

“Yang pasti sampai di mana Kangmas Joko Widodo bisa tahan nggak naikin BBM Premium, sebab BBM Premium harus Naik karena harga minyak dunia itu trennya terus naik dan di akhir tahun bisa hingga 100 USD/barrel,” imbuhnya.

Arief kemudian kembali menyinggung soal melemahnya rupiah akibat dolar Amerika Serikat yang terus naik. Ia menantang alasan apa lagi yang akan dikemukakan pemerintah Jokowi soal meroketnya harga dolar Amerika Serikat.

“Bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja karena nilai inflasi dan Pertumbuhan ekonomi di kwartal kedua tumbuh 5.27 persen akan menjadi pembalikan bahwa USD makin kuat krisis ekonomi di Indonesia sudah terjadi dan inflasi akan semakin liar dengan kenaikan harga BBM sekalipun yang non-subsidi,” sebut Arief.

Arief kembali menyebut ditundanya kenaikan harga BBM Premium sebagai pencitraan. “100 % cuma pencitraan batalin naikin Premium,” tuturnya.

Baca juga:  PKS Sulut Dukung Dua Paslon Independen

Sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah menyampaikan akan menaikkan harga bahan bahan bakar minyak (BBM) Premium menjadi Rp 7.000, per liter dari sebelumnya Rp 6.550 per liter. Kenaikan itu rencananya sejak Rabu (10/10/2018) pukul 18.00 WIB.

Namun kemudian pemerintah membatalkan rencana itu. Penundaan dilakukan tak berselang lama setelah pengumuman kenaikan harga Premium, menyusul kenaikan BBM non-subsidi seperti Pertamax. Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut penundaan kenaikan harga Premium atas instruksi Presiden Jokowi.

“Sesuai arahan bapak Presiden rencana kenaikan harga Premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda,” kata Jonan. (dtc/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional