Menu

Bikin Merinding!!! Ini Seruan Dua Habib kepada Umat Islam di Manado

  Dibaca : 4237 kali
Bikin Merinding!!! Ini Seruan Dua Habib kepada Umat Islam di Manado

indoBRITA, Manado – Sejumlah habib yang diduga merupakan pentolan Alumni 212 mendapatkan penolakkan dari sejumlah Ormas adat Minahasa untuk menginjakkan kaki di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (15/10/18).

Meskipun ditolak, beberapa Habib yang hendak menghadiri Haur Akbar ke 7 dari Al Habib Ali bin Abdurrahmad bin Smith yang merupakan ayah dari Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith, salah satu Habib berdarah Minahasa itu, berhasil tiba di tempat dilaksanakannya Haur Akbar di Kelurahan Karame.

Dalam ceramahnya, Habib Muhammad Harif bin Abdurrahman Allatos menyeruhkan agar umat Islam yang ada di Kota Manado untuk tetap menjunjung tinggi toleransi dan nilai persatuan.

“Mereka yang non muslim walaupun bukan saudara seiman tapi saudara sekemanusiaan. Selama mereka baik kita wajib menjaga hubungan baik. Kita tidak boleh ganggu rumah mereka. Kita tidak boleh rampas harta mereka. Kita tidak boleh sakiti mereka. Nabi Muhammad mengatakan, jangan sekali kali kalian berangan angan mencari musuh. Jangankan mencari musuh, bertemu musuh dilarang oleh Nabi Muhammad. Islam mengajarkan kelembutan. Islam mengajarkan kasih sayang. Namun manakala musuh kita datang, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Pertanyaannya siapa musuh kita? Al Habib Idrus bin Salim Al Jufry, pendiri Alhaerot mengajarkan kita cinta tanah air. Musuh yang sebenarnya adalah mereka yang ingin mengadu domba rakyat Indonesia dengan kepentingan kekuasaan. Musuh sebenarnya adalah mereka yang ingin merusak Indonesia, dengan membentur benturkan antar umat beragama.”

Baca juga:  Pjs Gubernur Agus Fatoni: "Jadilah Orang Baik, Agar Kita Menjadi Yang Terbaik dan Bernasib Baik’’

“Demi Allah, malam ini kami cinta Indonesia. Kami cinta NKRI. Kami tidak ingin negeri ini dirusak oleh siapapun. Yang ada disini (umat muslim), siap jaga Indonesia? Siap jaga NKRI? Siap jaga Manado? Siap lindungi Manado? Siap jaga perdamaian dengan non muslim? Siap jaga persatuan Indonesia?,” seru Habib Alattos, diamini ratusan umat Islam yang hadir.

Sementara itu, Habib Bahar pada sambutannya mewakili keluarga menyatakan bahwa dirinya sebagai anak dari seorang Habib yang dimakamkan di tanah Minahasa, tentunya tidak akan kembali ke Jakarta meski mendapatkan penolakkan dari sejumlah Ormas.

Baca juga:  Gairahkan Perekonomian, OD-SK Bangkitkan Pariwisata Sulut

Ia pun mengajak seluruh umat Islam yang hadir, untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa Indonesia dan nilai nilai persaudaraan di Kota Manado.

“Islam adalah agama kasih sayang. Islam agama rahmat. Islam mengajarkan kedamaian. Kata Rasul, barang siapa memusuhi. Barang siapa yang menyakiti orang Kristen, menyakiti orang Katolik, memusuhi orang Hindu, orang budha, maka sesungguhnya memusuhi dan menyakiti Aku, kata Rasul. Sampai sebegitunya yang diajarkan oleh Islam. Tadi saya bertemu dengan ketua ketua yang meminta saya dan para Habib kembali ke Jakarta. Cuma satu saya katakan, saya maju atau saya mati demi menghadiri Haur Aba (ayah) saya. Torang tidak cari musuh. Torang semua basudara. Manado adalah kota paling toleransi. Tidak ada siapapun yang bisa bikir perpecahan, bikin peperangan di Kota Manado yang kita cintai ini. Ketika Idul Fitri, saudara saudara Kristen kita menjaga Mesjid. Ketika Natal, kita menjaga gereja gereja saudara saudara kita,” ujarnya. (LeKa)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional